W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Caleg PKS Dibaiat Antikorupsi

(Jawa Pos, 04/09/08) JAKARTA – Menjelang berlaga dalam pemilihan umum, sekitar 500 orang calon anggota legislatif PKS berbondong-bondong ke Jakarta. Mereka berkumpul di ruang Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, untuk mengucapkan sumpah setia antikorupsi.

“Janji ini adalah janji di mata Allah, bukan hanya di mata manusia,” ujar Ketua Majelis Syura PKS KH Hilmi Aminuddin di hadapan ratusan caleg yang hadir. Tampak di antaranya Menpora Adhyaksa Dault, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, dan mantan Wakapolri Adang Daradjatun.

Setiap caleg PKS harus menghindari pendapatan yang haram maupun syubhat (tidak jelas). “Tidak boleh melakukan korupsi dan hal yang merugikan rakyat serta selalu biasa hidup sederhana,” ujarnya, lalu ditiru seluruh caleg.

Selain itu, para caleg harus berjuang menggunakan segenap kemampuan moral dan material untuk kemenangan dan kemaslahatan umat. “Siap menjadikan parlemen sebagai mimbar dakwah dan politik dan menaati semua kebijakan partai dalam suka dan duka,” lanjut Hilmi.

Janji keempat adalah memperjuangkan aspirasi rakyat dan kemaslahatan bangsa dengan penuh amanah, bersih, peduli, profesional, dan berpedoman pada aturan yang berlaku. Yang kelima menjaga integritas moral dan kehormatan diri serta citra partai.

“Apabila saya tidak memenuhi baiat, saya siap menerima sanksi apa pun yang ditetapkan partai,” ujar ulama karismatis di kalangan kader PKS itu.

Selain mengambil sumpah setia caleg, Hilmi memberikan rumus 5 W untuk memenangkan pemilu. Lima W itu adalah winning value, winning concept, winning system, winning team, dan winning goal. “Tanpa adanya 5 W atau tidak terpenuhinya syarat-syarat 5 W, ikhtiar kita bagi datangnya kemenangan sangat lemah,” ujarnya.

Presiden PKS Tifatul Sembiring mengingatkan agar seluruh caleg bekerja secara berjamaah. “Tidak boleh ada yang mengampanyekan diri sendiri. Partai ini adalah partai dakwah yang dijalankan secara kolektif, bukan untuk ambisi pribadi,” katanya. (rdl/tof)