W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Kiemas Buka Pintu dengan PKS

Koalisi Direalisasikan setelah Pemilu Legislatif

(Jawa Pos, 27/08/08)JAKARTA – Taufiq Kiemas benar-benar lincah dalam melakukan manuver politik. Setelah bergandengan tangan dengan petinggi Partai Golkar, suami Megawati Soekarnoputri itu kemarin bersedia menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

Forum tersebut juga digunakan Kiemas untuk berwacana bahwa tidak tertutup kemungkinan munculnya koalisi. “Tadi Saudara Zulkifimansyah meminta saya hadir. Padahal, yang diundang ke sini adalah Saudara Pramono Anung (Sekjen PDIP). Tapi, dia (Zulkifimansyah, Red) bilang minta tolong supaya hadir agar kita bisa saling tolong-menolong pada saatnya nanti,” ujarnya di depan massa PKS dalam dialog Nasionalisme di Tengah Arus Perubahan di Hotel Sahid, Jakarta, itu.

Kiemas yang menjabat ketua Dewan Pertimbangan di PDIP itu juga menegaskan bahwa pada dasarnya tidak ada perbedaan antara partai politik berhaluan nasionalisme dan Islam. Objek perjuangan keduanya sama. “Hanya istilahnya yang berbeda. Kalau kami menyebutnya kaum marhaen, kalau PKS kaum dhuafa. Jadi, dalam hal menyejahterakan rakyat, kita punya tujuan sama,” tandasnya. Karena itu, sudah saatnya seluruh elemen bangsa tidak mendikotomikan kelompok nasionalis dan Islam.

Saat ditanya wartawan tentang kemungkinan koalisi PDIP-Golkar dan PKS, Kiemas mengaku tak ingin berpolemik. Menurut dia, wacana koalisi hanya akan diimplementasikan setelah mengetahui hasil Pemilu 2009. Namun, dia tidak menutup kemungkinan lahirnya Koalisi Kebangsaan jilid dua tersebut. “Kita berkoalisi itu nggak mungkin sendirian, harus sama-sama koalisi itu,” lanjutnya.

Forum diskusi nasional kemarin juga mempertemukan secara langsung Taufiq Kiemas dengan Ketua Majelis Syura DPP PKS Hilmi Aminudin. Pertemuan tersebut mirip forum silaturahmi antara Ketua Dewan Penasihat DPP Partai Golkar Surya Paloh dan Taufiq Kiemas. Namun, sekali lagi, Kiemas membantah pihaknya menyiapkan koalisi dengan PKS. Lain halnya saat acara di Partai Golkar sehari sebelumnya. Kiemas secara terang-terangan mengungkapkan kemungkinan ke arah koalisi.

“Ini tadi bukan antara PKS dan PDIP, tapi antara PKS dan semua tokoh bangsa membicarakan tentang nasionalisme,” tukasnya.

Dalam diskusi dua sesi bertajuk Nasionalisme di Tengah Arus Perubahan tersebut, sejumlah tokoh nasional memang hadir. Mereka, antara lain, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Ketua DPD Irman Gusman, Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar Erlangga Hartarto, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nurwahid, dan Chairman Jawa Pos Group Dahlan Iskan.

Menjawab pertanyaan soal wacana koalisi, Ketua Umum Majelis Syura DPP PKS Hilmi Aminudin mengatakan, kehadiran Taufiq Kiemas dalam acara tersebut bukan berarti akan menyatukan dua partai politik masing-masing. Hilmi menambahkan, terkait koalisi, PKS baru akan membicarakan setelah pemilu legislatif 2009.

“Karena masalah koalisi atau dukung- mendukung itu harus berbasis kondisi riil politik kita. Dan itu baru terbentuk setelah Pemilu 2009. Kalau sekarang, kita bicara koalisi dukung-mendukung itu dengan peta buta,” jelasnya.(cak/tof)