W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Narjo Ungguli Pakde

Narjo Ungguli Pakde
Survei Bacagub PKS
(Radar Surabaya, 21/01/08)

Figur Wakil Gubernur Jatim, Soenarjo, dan Sekdaprov, Soekarwo, masih menempati peringkat teratas dari hasil sementara survei yang dilakukan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim. Namun, perolehan dukungan terhadap Soenarjo unggul tipis di atas Soekarwo alias Pakde Karwo.

Demikian diungkapkan Ketua DPW PKS Jatim, Jafar Tri Kuswahyono, usai acara temu anggota legislatif (aleg) asal PKS se-Jatim di Hotel Santika, Minggu (20/1).

Namun, Jafar belum bisa inengungkapkan seluruh hasil survei bakal calon gubernur (bacagub) dan wakil gubernur (bacawagub) yang dilaksanakan bekerja sama dengan Center for Policy and Strategic Studies (CPSS) tersebut.

“Kita menunggu momen yang tepat untuk meluncurkan hasil survei ini,” katanya didampingi Ketua Badan Legislasi Daerah DPW PKS Jatim Muhammad Siroj.

Namun dari hasil sementara survei kompelensi dan elektabilitas (kemampuan dipilih oleh calon pemilih), hanya Soenarjo dan Pakde Karwo yang di atas angin dibandingkan figur-figur lain yang dijagokan responden calon pemilih.

PKS menyebarkan kuisioner dengan 100 item pertanyaan kepada 2500 responden se-Jatim. Hasilnya, Soenarjo mengantongi dukungan 28 persen, sedangkan Pakde Karwo 24 persen.

Sebelumnya, DPW PKS Jatim sudah mengirimkan nama Soekarwo kepada DPP sebagai bacagub yang dijagokan. Namun, DPP minta lebih dari satu nama sebagai alternatif. Sehingga, berkas Soekarwo pun dikembalikan dan PKS harus kembali melakukan survei.

“Keduanya (Soenarjo dan Soekarwo, red) punya kans yang sama besar. Sekarang tinggal bagaimana memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk bisa meraih dukungan masyarakat sebanyak-banyaknya,” kata Jafar.

Survei itu sendiri dilaksanakan sekitar tiga minggu mulai akhir November sampai awal Desember 2007.

Selain Soenarjo dan Soekarwo, PKS juga menyurvei sejumlah bakal calon lain. Di antaranya, Ketua PW Nahdlatul Ulama Jatim Ali Maschan Moesa, dan mantan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI (pur) Djoko Subroto, dan Mayjen TNI (pur) Haris Sudarno.

“Hasil survei ini menjadi bahan pertimbangan yang akan diserahkan kepada DPP PKS. Kita mengusulkan nama atau figur harus sesuai dengan permintaan pasar dan aspirasi masyarakat,” imbuh Siroj.

Secara garis besar, terangnya, antarcalon semakin kompetitif dengan hasil perolehan dukungan yang cukup mengejutkan. Sayang, kembali ia menandaskan kalau hasil survei sedang dianalisis lebih lanjut.

Terkait koalisi, lanjut anggoia Komisi A DPRD Jatim ini, PKS masih membuka pintu lebar-lebar, untuk partai politik mana saja yang ingin membangun komunikasi intensif dengan PKS. Sebelumnya, PKS sudah bertemu dengan bacagub dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Achmady. PKS juga berencana akan menemui Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Bambang Suranto.

Namun dari semua kemungkinan yang kini terjalin, lanjut Siroj, koalisi dengan Partai Demokrat adalah yang paling memungkinkan sebagai tindak lanjut koalisi fraksi di dewan.

Sementara itu, dalam temu anggota legislalit (aleg) asal PKS se-Jatim kemarin, sekaligus diagendakan untuk mengevaluasi kinerja aleg, terutamaa dalam advokasi terhadap kesejahteraan guru.

“Kita perlu memberikan fokus sebagai penunjuk arah,” kata Jafar. Selama ini, katanya, pemerintah memang mengalokasikan dana besar untuk sertifikasi guru. Namun syaratnya baru sebatas usia dan ijazah. Semestinya ditambahkan satu syarat yakni kompelensi.

Menurut Siroj, APBD Jatim 2008 memang mengalokasikan 17 persen untuk pendidikan. Tapi ketika anggaran itu dipreteli satu persatu, termasuk alokasi di kabupaten/kota, ternyata lebih banyak diperuntukkan belanja aparatur. “Sisanya yang sangat kecil untuk belanja publik. Kami minta, definisi 20 persen ini diubah mayoritas untuk belanja publik,” tegasnya.

Kesannya selama ini, alokasi 20 persen hanya membodohi masyarakat. Karena kenyataan di lapangan, alokasi pendidikan itu lebih banyak untuk operasional PNS seperii makanan dan minuman saat rapat dan perjalanan dinas.(put)