W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

PKS Dekati Partai GAM

(Jawa Pos, 11/02/08) BANDA ACEH – Perdamaian Aceh yang terus kondusif membuka peluang bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menggandeng Partai GAM (Gerakan Aceh Merdeka) sebagai mitra koalisiKemarin (10/2), misalnya, Presiden PKS Tifatul Sembiring melakukan pertemuan tertutup selama hampir dua jam dengan para tokoh GAM. “PKS terbuka untuk bekerja sama dengan pihak mana pun,” ujar Tifatul setelah pertemuan di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh.

Menurut Tifatul, salah satu alasan PKS membidik Partai GAM adalah dalam pilkada lalu, GAM meraup suara lebih 60 persen.

Sayang, pertemuan tersebut berlangsung tertutup. Dari pihak PKS, ada Tifatul Sembiring dan sejumlah kader partai itu, termasuk politisi PKS M. Nasir Djamil. Pihak GAM diwakili Tgk Nasruddin. Karena pertemuan tertutup, tidak banyak hal yang bisa diketahui wartawan.

PKS memiliki niat baik untuk menjalin kerja sama dengan pihak mana pun. Termasuk dengan semua partai lokal Aceh saat ini. Itu pertemuan pertama dan dimulai dengan Partai GAM. “Setelah ini ada pertemuan lanjutan dengan partai lokal lain di Aceh,” tambah Tifatul.

Presiden PKS tersebut mengaku pihak GAM juga menanggapi baik pertemuan yang digagas PKS itu. Namun, terkait adanya komitmen partai untuk berkoalisi dengan partai GAM, Tifatul belum bisa memutuskan.

Ditanya apakah sudah ada penjajakan koalisi yang lebih konkret, Tifatul menjawab tidak ada. Menurut dia, masalah koalisi masih dini untuk dibicarakan. Kalaupun kelak terwujud, itu harus melalui keputusan pimpinan partai.

“Yang jelas, hasil pertemuan hari ini (kemarin, Red) akan dibicarakan lagi di pimpinan pusat partai,” jelasnya.

Selain isu penjajakan koalisi, PKS dan Partai GAM membicarakan eksistensi perwakilan GAM di legislatif Aceh. Menurut Tifatul, ke depan GAM semestinya harus memiliki perwakilan di DPR Aceh. Itu penting untuk mendukung kebijakan Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Irwandi Yusuf.

Bila itu tidak mendapat perhatian, berbagai kebijakan politik eksekutif tidak memiliki kekuatan yang berarti di DPR Aceh. “Sekarang ini ada ketidakseimbangan antara eksekutif dan legislatif. Dalam arti, GAM belum memiliki perwakilannya di parlemen. Jadi, perlu ada upaya untuk mencairkan suasana ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, saat berkunjung ke redaksi Rakyat Aceh (Grup Jawa Pos) Tifatul meminta Irwandi membangun komunikasi dengan pihak legislatif agar ada keseimbangan antara legislatif dan eksekutif. Dengan begitu, pembangunan Aceh berjalan baik.

“Kami menangkap isyarat adanya ketidakseimbangan komunikasi antara legislatif dan eksekutif. Kalau komunikasi antara eksekutif dan legislatif tidak baik, yang jadi korban adalah rakyat Aceh karena pembangunan tersendat,” ujar Tifatul.

Dia juga mengatakan PKS akan senantiasa membuat strategi pendekatan dengan GAM, terutama dalam perebutan suara rakyat pada Pemilu 2009. PKS akan terus membuka dialog, termasuk dengan Partai GAM. “Karena sejak dulu, niat PKS adalah memberdayakan dan membangun masyarakat Aceh,” tambahnya.

Tifatul mengatakan, partai lokal (parlok) di Aceh, termasuk GAM, bukan ancaman bagi PKS. “Kami tidak pernah merasa ada ancaman. Kami melihat politik itu sebagai ibadah,” ujarnya.

Sementara itu, Tgk Nasruddin, ketua delegasi GAM dalam pertemuan tersebut, menolak berkomentar lebih jauh terkait adanya lobi-lobi politik yang dilancarkan PKS, termasuk rencana penjajakan koalisi pada Pemilu 2009. “Soal ini saya no comment,” katanya.

Nasruddin menyebutkan, pertemuan itu hanya sebuah forum silaturahmi biasa. “Tidak ada unsur politis, tidak ada sesuatu yang serius dibahas,” ungkapnya.

Apalagi saat ini Partai GAM masih berkonsentrasi pada persiapan menjelang verifikasi oleh Depkum HAM. (ans/mag-20/jpnn/mk)