W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

PKS Pilih Djoko Subroto

(JawaPos, 4/4/2008) SURABAYA – Djoko Subroto mendapat “suntikan” baru. PKS akhirnya menjatuhkan pilihan kepada mantan Pangdam V/Brawijaya itu. Tadi malam, parpol peraih tiga kursi di DPRD Jatim tersebut mendeklarasikan dukungannya secara terbuka.

“Selama dua hari kami intens dan fokus membicarakan calon yang akan diusung. Hasil finalnya, kami sepakat mengusung Djoko sebagai calon gubernur kami,” kata Sekjen DPP PKS Anis Matta ketika ditemui dalam acara konsolidasi dengan aliansi partai nonparlemen di Hotel Mercure tadi malam.
Dalam pertemuan tersebut, hadir tiga partai parlemen dan sembilan partai nonparlemen. Tiga parpol parlemen itu adalah PKS (3 kursi), PDS (1 kursi), dan PBB (1 kursi). Parpol nonparlemen adalah Partai Merdeka, PBSD, PPDI, PSI, PPD, PDK, PIB, Partai Pelopor, dan Partai Patriot. “Partai nonparlemen lainnya masih berada di Jakarta. Tapi, mereka pasti mendukung saya kok,” katanya.

PKS mengklaim telah bergabung dengan partai nonparlemen dan memperoleh suara 16,2 persen untuk mengusung Djoko. Persentase itu melebihi syarat minimal pencalonan yang ditetapkan 15 persen. Namun, menurut hasil perhitungan Jawa Pos berdasar data KPU Jatim, akumulasi suara 12 parpol pendukung Djoko hanya 12,78 persen.

Ada beberapa hal yang membuat PKS merekomendasikan Djoko. Terutama adalah track record dia. “Beliau (Djoko Subroto, Red) pernah bersama saya di Komisi I DPR. Sepengetahuan saya, beliau itu orang yang bersih. Kita membutuhkan pemimpin yang sekarakter dengan PKS, kuat dan bersih,” tegasnya.

Selain itu, PKS memilih Djoko karena dirasa sangat mengenal Jatim. PKS juga melihat darah Madura yang mengalir dalam diri Djoko. “Di antara semua calon, hanya Pak Djoko yang berdarah Madura. Karena itu, kami mengarahkan dukungan kepada dia. Sebab, memang belum ada yang mengakomodasi kepentingan rakyat Madura,” ungkap Ketua DPW PKS Jatim Jakfar Trikuswahyono.

PKS yakin, jika maju dalam perhelatan pilgub Jatim, Djoko akan memperoleh dukungan penuh dari warga Madura. Jadi, bisa dipastikan dia akan meraih kemenangan. “Tapi, tentu saja tidak otomatis. Bergantung wakil gubernurnya,” katanya.

Untuk mengisi perwakilan etnis yang lain, PKS berencana mengambil tokoh Mataraman untuk disandingan dengan Djoko. “Jadi klop. Ada wakil Madura ada wakil Mataraman,” jelasnya.

Bagaimana dengan Khofifah Indar Parawansa yang sebelumnya disebut didekati PKS? “Bu Khofifah tidak menjanjikan apa-apa. Posisi PKS tidak jelas. Makanya, kami alihkan dukungan kepada Pak Djoko karena Pak Djoko membuka diri. Kami diperkenankan memilih wakil gubernur,” jelasnya.

Sementara itu, tampaknya, Djoko menyambut baik pencalonan dirinya oleh PKS. “Tidak usah ditanya lagi bagaimana perasaan saya. Ya jelas senang lah,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengaku ada beberapa partai nonparlemen yang mengalihkan suara ke Khofifah. Namun, dia yakin dukungan PKS kepada dirinya akan membuat partai tersebut kembali merapat. “Saya harap partai-partai itu kembali pada calon yang konsisten. Mudah-mudahan PPP juga mau bergabung bersama membangun Jatim,” katanya. (cie/oni)