W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Apakah Beruang Kencing di Hutan?

cahyadi-takariawan4-300x238

Seorang anak kecil bertanya kepada ayahnya, “Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?”

Ayah menjawab dengan mantap, “Sudah pasti !”

“Siapa yang menemukan listrik?” tanya anak.

“Edison”, jawab Ayah.

“Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”

Dialog di atas menggambarkan sikap kritis anak. Bahwa orang tua tidak selalu mengerti semua hal, bahwa anak tidak selalu lebih tidak mengerti. Justru karena terlalu luasnya medan pengetahuan. Mungkin hanya Google dan mesin pencari semacam itu, yang mengetahui banyak hal.

Belum tentu orang tua bisa menjawab pertanyaan anak, bahkan realitasnya sangat banyak pertanyaan anak-anak yang tidak mampu dijawab oleh orang tuanya. Pertanyaan Clint Eastwood dalam film True Crime, “Apakah beruang kencing di hutan saat malam hari ?” ternyata tidak bisa dijawab oleh temannya, yang sudah sama-sama tua.

Temannya justru heran, mengapa Eastwood bertanya “soal bodoh” seperti itu. “Kita menjadi orang bodoh ketika memiliki anak kecil”, jawab Eastwood. Ternyata itu adalah pertanyaan anaknya yang masih kecil, yang tidak mampu ia jawab. Akhirnya ia bertanya kepada temannya, dan teman itupun tidak mampu menjawab.

Merasa diri paling mengerti tentang segala sesuatu sudah bukan waktunya lagi, terlebih ketika kita hidup di zaman cyber seperti sekarang. Saya sungguh terkejut saat anak saya yang paling kecil, belum genap lima tahun, bisa membuka internet dan memasukkan sejumlah huruf di Google, dan akhirnya muncullah banyak pilihan untuk diunduh. Ia sudah bisa melakukan download game anak-anak lewat mesin Google.

Hidup di zaman cyber membuat orang tua harus semakin berhati-hati dalam mendampingi anak-anak dan seluruh anggota keluarga. Anak-anak menjadi lebih cepat mengalami “penuaan dini” dari sarana teknologi yang kian canggih. Semua hal yang tidak diketahui dengan cepat bisa ditanyakan kepada mesin pencari seperti Google.

Maka, betapa berat merealisasikan perintah ketuhanan, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”.

Semoga kita semua menjadi lebih waspada, dan lebih cerdas dalam membimbing anak-anak kita yang –bisa jadi— lebih banyak tahu segala sesuatu daripada orang tuanya.

Sumber : http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=1912