W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Bangkrut

Fikri Yathir

Hikmah_Biru15Pada masa Renaisans di Itali. para pedagang uang memasang bangku panjang. Di situ uang dionggokkan. Orang dapat menitipkan uangnya di sana dan mengambilnya kapan saja. Uang itu merupakan pinjaman dari pedagang dan dapat dipinjamkan kembali kepada siapa saja yang memerlukan. Bangku panjang itu disebut banco.

Kadang-kadang uang titipan itu habis karena sebab yang macam-macam. Tentu saja, orang-orang yang menitipkan uang marah bila mereka tak dapat mengambilnya kembali. Mereka melepaskan kemarahannya dengan menghancurkan banco. Jika Anda kebetulan datang di Florence waktu itu, Anda akan melihat beberapa bangku yang rusak. Dalam bahasa Itali, bangku yang rusak itu disebut banco rotta.

Dari banco rotta (Itali), melalui banquerouie Perancis, masuklah kata bangkrut dalam bahasa Indonesia. Bangkrut adalah istilah perbankan untuk menunjukkan keadaan ketika pihak yang berutang dinyatakan tidak sanggup membayar utang-utangnya. Dahulu, orang bangkrut dihukum sangat keras.

Pada zaman Romawi, kreditor yang tidak dapat menyita kekayaan debitur, secara harfiah dapat memotong-motong tubuh debitor dan membagikannya kepada kreditor. Mereka juga dapat mengambil paksa anggota-anggota keluarganya dan menjadikan mereka budak.

Menurut hukum Inggris pada masa King James I (1603-1625), debitur yang bangkrut dipasung dalam pasungan besi di tempat-tempat keramaian. Bila bangkrutnya itu bercampur dengan unsur penipuan atau penyalahgunaan dana, pelakunya dihukum mati.

Berbagai undang-undang dibuat untuk mengatur pihak-pihak yang bangkrut. Mereka tidak lagi dihukum dengan keras, hanya kekayaannya yang dapat dibagi-bagikan, bukan anggota badannya, dan bukan pula anggota keluarganya. Di Amerika, penyitaan harus menyisakan sebagian kecil untuk kehidupan keluarga yang bangkrut. Di Indonesia, bank yang bangkrut di-talangi pemerintah. Sekian triliun rupiah dikucurkan untuk membantu mereka mengembalikan uang nasabahnya.

Pejabat bank yang melakukan praktik-praktik penggelapan uang tidak dihukum mati. Paling-paling ia dicekal saja. Para nasabah yang tak dapat menarik uangnya tidak dapat menghancurkan banca. Mereka hanya bisa tercenung bingung di hadapan petugas keamanan yang mengubah bank menjadi garnizun. Hukum yang keras hanya berlaku jika yang bangkrut itu orang, bukan bank atau perusahaan. Orang itu pun harus orang kebanyakan, bukan orang tertentu.

Hukum dijalankan tidak oleh pihak kepolisian, tapi oleh sekelompok orang yang disebut debt collector. Jika Anda tidak dapat membayar utang Anda, beberapa orang berwajah seram akan mengambil paksa kekayaan Anda. Bila itu tidak mencukupi, mereka bisa menculik anggota keluarga Anda. Bila itu pun sulit dilakukan, mereka cukup mematahkan anggota-anggota tubuh Anda. Bukan untuk dibagi-bagikan kepada kreditor seperti di Romawi. Patahan tubuh itu boleh Anda simpan. Para kolektor utang kita lebih beradab dari saingan mereka di zaman dulu.

Apa yang akan terjadi bila Anda bangkrut: baik karena tidak bisa membayar utang maupun karena tidak dapat mengambil deposito Anda? Pertama, Anda akan menghadapi kekerasan dari penagih atau para kolektor utang. Nabi SAW menyebutnya sebagai penderitaan karena ghalabat al-dayn wa qahr al-rijal (lilitan utang dan kekerasan orang).

Kedua, Anda akan menderita kesumpekan dan kesedihan. Ketiga, Anda akan ditimpa kelesuan dan kemalasan. Keempat, Anda akan menderita kecemasan dan kehati-hatian yang berlebihan dalam pengeluaran harta Anda. Anda akan takut menghadapi masa depan, sehingga berusaha keras memperta-hankan sisa harta Anda.

Sebagai umat Islam, apa yang harus Anda lakukan? Ikuti nasihat Rasulullah SAW: “Katakanlah pada waktu pagi dan pada waktu sore, Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesumpekan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelesuan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kebakhilan. Aku berlindung kepada-Mu dari liliian utang dan kekerasan orang.”

Dengarkan juga doa yang diajarkan Ali Zainal Abidin, “Ya Allah, sampaikan kesejahteraan kepada Muhammad SAW dan keluarganya. Lepaskan aku dari utangku, yang menghilangkan mukaku, membingungkan pikiranku, mengacau-balaukan akal sehatku, dan menyibukkan urusanku. Aku berlindung kepada-Mu, ya Rabbi, dari kecemasan dan pikiran tentang utang, dari kesibukan melamunkan utang dan dari kehilangan tidurku karena utang.

Sampaikan kesejahteraan kepada Muhammad SAW dan keluarganya. Lindungilah aku dari semua itu. Aku berlindung kepada-Mu ya Rabbi dari kehinaan karenanya dalam kehidupan dan dari siksa karenanya setelah kematian. Lindungilah aku dengan keluasan rezeki dan kecukupan yang berlanjut.

Ya Allah, sampaikan kesejahteraan kepada Muhammad SAW dan keluarganya. Jauhkan aku dari hidup yang boros dan berlebihan. Bimbinglah aku untuk senang memberi dan hidup sederhana. Ajarkan kepadaku kemampuan membagi rezeki yang baik. Dengan anugerah-Mu, tahanlah aku dari pemborosan. Bantulah aku untuk memperoleh rezekiku dengan cara yang halal. Arahkan pembelanjaanku pada pintu-pintu kebajikan. Ambillah dariku segala kekayaan yang melahirkan kesombongan, membawa kezaliman, dan menyebabkan kemaksiatan.

Ya Allah, cintakan hatiku utuk bergaul dengan orang miskin dan berikan kepadaku kesabaran hidup bersama mereka. Semua kekayaan dunia yang fana, yang telah Kau anugerahkan kepadaku, jadikan itu sebagai simpananku dalam perbendaharaan-Mu yang abadi. Jadikanlah segala harta yang Kau berikan kepadaku sebagai jalan untuk mendekati-Mu, alat untuk mencapai pangkuan-Mu dan bekal mituk sampai ke surga-Mu.”

Sumber: Majalah Ummat

Dipublikasi ulang oleh Admin DPD PKS Sidoarjo

Konten lainnya: