W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Geliat Dakwah DPC Waru

Setelah pergantian struktur 2 minggu yang lalu (14/07) di Delta Sari Indah Waru Sidoarjo, kini aktifitas dakwah berjalan kembali sebagaimana mestinya. Waru yang pada pemilu 2004 berhasil meraih suara terbanyak untuk PKS akan kembali menunjukkan tajinya. Memang dalam kurun waktu terakhir ini DPC yang sekarang dipimpin oleh Taufik Yuwono ini terkesan sebagai macan tidur dan kurang aktifitas dakwah. Dan sekarang, aktifitas itu mulai digalakkan kembali. Macan ini telah bersiap untuk bangun dari tidur panjangnya.

Kemarin (24/07), DPC Waru mengaktifkan kembali Ta’lim Rutin Partai (TRP) yang rencananya akan rutin diadakan sebulan sekali bergantian di tiap-tiap ranting. Untuk bulan ini, yang mendapatkan kehormatan untuk menyelenggarakan TRP pertama kali adalah DPRa Medaeng.

Bertempat di rumah salah seorang kader yang cukup sederhana, TRP kali ini tak kehilangan nuansa dakwah dan semangatnya. Ust. Syarif Muhtarom sebagai pembicara dalam TRP tersebut menyampaikan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin kita harus memiliki ide-ide besar.

Dahulu Sukarno mampu menjadi pemimpin karena memiliki ide besar tentang kemerdekaan sekaligus bentuk negaranya. Sukarno merumuskan dasar Negara, konstitusi dan langkah-langkah mewujudkan Negara. Pemikiran yang belum dimiliki oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Soeharto pun memiliki ide besar pembangunan untuk negeri ini yang dulu terkenal dengan sebutan Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Disusun dalam tahap-tahap menuju era tinggal landas.

“Maka, ide-ide besar inilah yang harus dimiliki oleh setiap kader dalam tiap kapasitasnya,” lanjut beliau penuh semangat, “Seorang kader harus punya ide besar untuk lingkungannya. Menjadi orang kaya, menjadi pemimpin desa atau menjadi pemimpin dan tokoh di kecamatan”. “Tapi bukan hanya cita-cita atau ide besar saja, harus dipikirkan juga langkah-langkah untuk mencapainya,” tambahnya mengingatkan.

Acara yang dihadiri 43 peserta tersebut diakhiri dengan testimonial seorang kader tentang ketertarikannya bergabung dengan PKS. Imam Asrofi, demikian nama kader asal desa Brebek tersebut mengatakan bahwa dulu sebelum beliau bergabung dengan PKS, beliau telah bergabung di beberapa partai diantaranya PPP dan PKB. Namun saat melihat aksi PKS begitu tertib saat demo besar-besar menolak serangan AS atas Iraq tahun 2003 lalu, beliau langsung kesengsem dengan PKS. Slogan Bersih dan Peduli yang melekat pada tubuh PKS pun menurutnya bukan sekedar slogan tapi benar-benar diwujudkan oleh pemimpin dan kader Partai Keadilan Sejahtera.

“Kalau di partai lain, kita hanya dibutuhkan kalau ada momen saja, setelah itu ditinggal. Tapi di PKS, kalau ndak ada momen kita dibina dan diajak pada jalan kebaikan,” tambahnya lagi.