W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Sejarah PKS

PK SEJAHTERA “Darah Segar” Indonesia

Indonesia yang sekarat butuh pemimpin muda, cerdas, bersih, tak kena getah orde baru dan orde lama. “Pabrik” pemimpin model begini adalah Partai keadilan Sejahtera.

Ahad, 20 April 2003, monas dibalut warna putih. Hari itu puluhan ribu kader PK Sejahtera meresmikan pendirian partainya. Peserta tampak rapi berjilbab, umumnya berwarna putih. Turut hadir sejumlah elemen masyarakat, seperti buruh pabrik, petani, nelayan, PKL, tukang ojek, juga kalangan pengusaha dan profesional muda. Anak-anak kecil turut serta gambaran bahwa acara ini aman dan damai.

Penerus Partai Keadilan (PK)
PK Sejahtera merupakan penerus Partai Keadilan yang tak bisa ikut pemilu 2004 karena dijegal Partai Besar melalui ET (Electoral Threshold). Konon, PK juga menolak tawaran dagang sapi untuk menyelamatkan posisi.

Yang luar biasa, peralihan dari PK ke PK Sejahtera tanpa konflik sama sekali. Kader PK tumplek blek ke PK Sejahtera. Dari DPP sampai ranting. Tanpa ribut-ribut, Presiden PK Hidayat Nurwahid dan Sekjen Anis Matta sudah resmi jadi Ketua Umum dan Sekjen PK Sejahtera. Ini memang “Partai Ukhuwah yang anti pecah”.

Banyak lagi yang meramalkan PK Sejahtera akan mendapat dukungan massa. Terbesar memang kaum muda dan mahasiswa. Aktifitas KAMMI, BEM Kampus ternama, menjadikan PK Sejahtera pilihan utama.

Apalagi banyak mantan aktifis kampus yang kritis memilih bergabung ke PK Sejahtera setelah kuliah selesai. Belakangan, PK Sejahtera melebarkan basis dukungan ke berbagai lapisan massa termasuk diantaranya buruh pabrik, petani, PKL, Profesional, juga pesantren-pesantren.

Di sisi lain, aksi-aksi kader PK Sejahtera memang luar biasa. Demo-demo yang diikuti puluhan ribu massanya selalu damai. Ketika banyak kader partai lain rebutan jabatan, PK Sejahtera malah bikin aneka baksos, posko banjir, dll. Mereka dikenal memegang teguh agama, tapi tetap toleran dan tak kaku. Yang lebih penting, kadernya yang di dewan terbukti ANTI KORUPSI

Tak heran banyak yang kepincut partai ini. Nama-nama seperti Miing Bagito, Pepeng jari-jari, Gus Nuril, Dien Syamsudin, sutradara Choirul Umam, menjadikan PK Sejahtera sebagai pilihan.

Komentar Mereka

  1. “PK Sejahtera paling mengena di hati saya, karena tampilannya simpatik, tertib, jujur dan apa adanya. Saya terkesan karena mereka sangan antusias, rela berkorban, dan disiplin yang tinggi” (Adnan Buyung Nasution, Pengacara dan pejuang HAM)
  2. “Saya merasa apa yang dilakukan PK Sejahtera heboh sekali. Itu suatu yang sangat baik, dimana ada protes (demonstrasi, red), tapi yang 100 persen damai. Dengan ribuan orang, tetapi sangat berdisiplin” (Sidney Jones, pengamat Indonesia asal AS)
  3. “PK Sejahtera susah dicari kelemahannya, terutama SDM-nya. Bagi kita aneh ada orang mengembalikan uang yang tidak jelas di tengah kondisi sekarang ini” (Syarwan Hamid, mantan mendagri)
  4. “PK Sejahtera adalah partai yang benar-benar bisa diharapkan untuk menyelamatkan negara ini dari kehancuran. Selain kadernya memiliki latar belakang akademis yang baik, juga memiliki moralitas yang baik dan sudah teruji di lapangan” (Letjend. Suaidi Marara Bessy, mantan Kasum TNI)
  5. “Mereka (PK Sejahtera, red) adalah contoh praktis demokrasi. Demonstrasi-demonstrasi PK Sejahtera sangat damai. Ini adalah gerakan penting dan sama sekali berbeda dengan para fundamentalis” (Dr. Ken Miichi, pengamat Indonesia asal Jepang)
  6. “PK Sejahtera memunculkan alternatif orientasi berpolitik yang tidak semata-mata bermotif mencari kekuasaan, tapi juga berorientasi pada nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan” (Prof. Dr. Dien Syamsudin, Sekjen MUI)
  7. “Rakyat mah buat sekolahnya anaknya sudah susah. Makanya saya puji dua orang yang mengembalikan (uang suap Rp. 500 juta), saya puji PK Sejahtera” (Harry Roesli, seniman Bandung)
  8. “Saya melihat partai yang dipimpin Mas Dayat (Dr. Hidayat Nurwachid, red) ini membawa kesejukan. Insya Allah saya siap membawa PK Sejahtera ke pesantren-pesantren. Agar PK tak hanya besar di lingkungan Kampus, tapi juga pada warga nahdiyin” (K.H. Nuril Arifin, mantan Panglima Pasukan Berani Mati pendukung Gus Dur)
  9. “Menurut saya, gerakan yang bisa menyatukan NU dan Muhammadiyah adalah PK (kini PK Sejahtera)” (Prof. Jeffry Winters, pengamat politik asal AS)
  10. “Coba sekali-kali datang untuk mengisi pengajian. Dan kalaupun nanti ada orang (PNBK) yang malah tertarik dengan PK Sejahtera, silahkan saja, tak jadi soal. Asal masuknya ke PK Sejahtera, bukan ke Golkar” (Eros Djaror, ketua PNBK)
  11. “Partai Keadilan (Sejahtera), partai anak muda yang bisa melepaskan diri dari kotak poitik aliran dan meneguhkan diri sebagai partai politik yang menolak nilai-nilai usang yang kotor” (Majalah GATRA, 23 Agustus 2003)
  12. Partai ini menyimpan kekuatan yang sangat besar, yakni kekuatan dalam pengertian kejujuran dan kebenaran” (Pepeng, artis dan presenter kuis Jari-jari RCTI)

BUKTI PK SEJAHTERA ANTI KORUPSI

  1. Ciri khasnya pakai hem dan sepatu sandal, bukan jas mahal. Baginya Handphone adalah kemewahan. Karena tak punya mobil, lebih sering naik angkutan umum. Dialah anggota dewan termiskin di Indonesia. Namanya Mashadi, kader PK Sejahtera asal Bojonegoro. (JawaPos, 11 Oktober 2002)
  2. Ada anggota dewan yang mengembalikan uang “gelap” 500 juta ? Ya, ini benar terjadi. Pelakunya Yudi dan Reza, anggota DPRD Jabar kader PK Sejahtera. Karena takut malah hangus, uang itu dibelikan sembako dan dibagikan untuk rakyat. (Detik.com, 14 April 2003)
  3. Karena merasa gajinya sebagai anggota DPRD Ponorogo “tak masuk akal” dan “menipu rakyat”, Ahmad Thobroni, kader PK Sejahtera, mengembalikan gajinya kepada rakyat berupa Sembako. Anggota lain gimana ? Bablas ! (Republika, 21 Mei 2003)
  4. Seluruh anggota DPRD Sumbar terancam vonis seumur hidup karena mengesahkan APBD yang menguntungkan penguasa dan menindas rakyat. Hanya kader PK Sejahtera yang selamat karena menolaknya. (Republika, 1 Mei 2003)
  5. Yuzwar Hidayatullah, kader PK Sejahtera, menolak menerima dan membongkar kasus bagi-bagi uang oleh anggota DPRD Sumatera Selatan sebesar 7,5 miliar (Media Palembang, 8 Mei 2003)
  6. Uang suap Rp. 35 juta yang diberikan oleh seorang calon wakil gubernur DIY dikembalikan oleh Boedi Dewantoro, anggota dewan dari PK Sejahtera. Rakyat Jogja heboh ! (Bernas, 19 Februari 2003)
  7. Ini manusia langka di Indonesia. Namanya Zuber Sy. Anggota DPRD Jateng kader PK Sejahtera. Dia rajin membongkar bobrok rekan-rekannya. Kasus dana mobilitas 95 juta, dana pensiun 100 juta dan hadiah mobil honda CRV. Dia tetap tabah, meski dimusuhi anggota yang lain. (Sinar Harapan, 5 April 2003)
  8. Ketika anggota dewan lain “royokan” sepeda motor, Abdul Manan malah emoh menerima. Kader PK Sejahtera ini menolak karena malu dengan rakyat yang menderita dan diduga terkait dengan LPJ Bupati Demak. (Suara Merdeka Demak, 14 Agustus 2002)
  9. Karena dianggap “tidak kompak” dengan teman sejawatnya di DPRD Malang, Ir. Ahmad Subehan, kader PK Sejahtera, dihalangi ikut sidang dewan. Lucu kan. Anda tahu arti “tidak kompak” kan ?
  10. Riyad Rosyadi, anggota DPRD Magetan, harus riwa-riwi berusaha mengembalikan uang dum-duman dana P3DT. Tak ada yang berani menerima, termasuk bupatinya. Takut terbongkar kali ya ?

Mau bukti yang lain ? Baca buku “Bukan di Negeri Dongeng” karya Helvi Tiana Rosa

Kantor Sekretariat DPD PKS Sidoarjo
Jl. Capung No. 89 RT.03 RW.01 Perum Auri Kwadengan
Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo 61224 Telp/fax. 031-8921414
Website: www.pks-sidoarjo.org
Email: sekretariat@pks-sidoarjo.org