W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Al-Badailul Islamiyah

Ada satu sisi positif dari sejumlah kekhawatiran Barat terhadap Islam, jika yang terakhir ini diberi kesempatan eksis dan berkuasa. Benarkah Islam mampu memberi yang lebih baik bagi dunia? Mampukah kaum Muslim merealisasikan Islam dalam dunia nyata?

Pertanyaan itu tentu dengan mudah dapat dijawab ya. Tapi, ternyata pertanyaan itu diletakkan dalam satu bingkai: Mampukah Islam memimpin umat manusia, memberi sesuatu yang lebih baik, tanpa harus menghancurkan capaian-capaian pengetahuan dan teknologi Barat?

Pada tahap keyakinan, bingkai itu pun barangkali dapat dijawab sederhana: bisa. Tapi, secara internal, pertanyaan itu nampaknya tidak bisa terlalu disederhanakan. Sebab, di sini, pertanyaan tidak secara ansich ditujukan kepada keyakinan. Tapi, kepada kemampuan mengkristalisasikan keyakinan-keyakinan itu dalam bentuk format-format pemikiran (shiyaghoh fikriyah), sistem (shiyaghoh manhajiyah), politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, tehnologi, hubungan antar bangsa dan sebagainya.

Dalam kaitan dengan bingkai itu, katakanlah bahwa teknologi itu adalah atap dari sebuah bangunan peradaban yang sudah rapuh, dan sebentar lagi runtuh atau tergusur. Yang dibutuhkan adalah penyangga yang dapat menyelamatkan atap peradaban Itu.

Sampai di sini, kekhawatiran itu dapat dibenarkan. Dan itu merupakan tantangan besar bagi kaum Muslimin, khususnya Partai Islam. Tantangan ini terasa lebih mendesak, terutama bila ini dikaitkan dengan fenomena munculnya Partai Islam ke pentas politik.

Dalam kacamata terakhir ini, target Harokah Islam tentu saja bukan sekedar memenangkan pemilihan dan kursi pariemen. Tapi, yang lebih penting lagi, adalah bagaimana memberi sesuatu yang lebih baik. Bagaimana menyiapkan konsep-konsep alternatif (Al-Badailul Islamiyah), sebagai ganti dari konsep-konsep yang dianggap gagal itu.

Bagian ini nampaknya menjadi wilayah kerja para pemikir dan ulama. Dan ini akan menjadi esensi yang menentukan titik klimaks doktrin Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Harus diakui, bahwa insan pergerakan yang mendiami wilayah kepemikiran (qoidah flkriyah) ini, masih sangat langka. Lebih dari itu, juga tak terlihat usaha yang maksimal untuk membibit manusia yang berpotensi untuk itu. Dan karena itu, bila kondisi ini terus berlanjut tanpa penyelesaian, tentu sangat beralasan untuk cemas, bahwa kemenangan dalam penfas politik bagi Partai Islam, jangan sampai berbalik jadi bumerang bagi kita.

Saya klra kita perlu memikirkan hal secara intens. Sebab ini sangat menentukan keberhasilan Partai Islam di masa depan, juga keberhasilan umat Islam secara makro, saat mana Allah berkenan mengembalikan kepemimpinan dunia kepada kita.

Al-Badailul Islamiyah adalah padanan dari makna itsbat dalam kalimat tauhid: Laa Ilaha Illallah. Atau, ia adalah mata rantai yang menyudahi tahap penafian dalam kalimat tauhid itu. Yang ingin ditegaskan dl sini adalah, kemampuan kita menghancurkan kejahatan dengan segala aspek sistemnya, harus setara dengan kemampuan kita membangun kembali bangunan itu.

Semoga!

Sumber: Inthilaq No. 6/Th. II 29 April 1994

(Catatan: webmaster telah membuat penyesuaian-penyesuaian pada tulisan ini tanpa mengubah tema besar yang diusungnya)