W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Bekas Pasar Porong Jadi Lahan Hijau

Aditya NindyatmanMulai muncul wacana, lahan bekas pasar Porong lama yang sebagian besar telah diratakan tersebut akan dijadikan ruang terbuka hijau. Itu menyusul adanya kekhawatiran para pejabat Pemkab Sidoarjo jika tanah yang sudah ditinggal oleh para pedagangnya itu digunakan untuk hal yang tidak semestinya.

Terlebih lagi minat investor yang kian menipis, untuk menanamkan investasinya di kawasan dekat tanggul lumpur. Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemkab Sidoarjo, Djoko Sartono,SH.,MM mengatakan pemanfaatan bekas pasar untuk dijadikan ruang terbuka hijau lebih bagus, dari pada dibiarkan dengan kondisi seperti saat ini.

Pemanfaatan tersebut, sambungnya, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk tempat bermain maupun rekreasi. “Lebih baik daripada ditutup tanpa pemanfaatan,” tandasnya. Dia mengatakan, lahan di samping Jalan Raya Porong menjadi tempat strategis untuk dijadikan ruang terbuka hijau. Pasalnya, jika diusulkan untuk pembangunan atau bisnis lainnya, para investor kemungkinan besar akan menolaknya.

“Jaraknya kan juga dekat dengan tanggul lumpur. Investor pasti pikir-pikir dulu sebelum menanamkan modalnya,” ujar mantan Kepala Inspektorat Sidoarjo ini. Karena itu, pemanfaatan
menjadi ruang terbuka hijau memang sangat baik, daripada difungsikan untuk kegunaan lain. “Masyarakat sekitar akan terhibur dengan pemandangan dan situasi yang asri,” ungkapnya.

Karena sudah menjadi ruang terbuka hijau dan asri, diharapkan para pedagang kaki lima tidak lagi memanfaatkan lahan bekas pasar Porong lama.

Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo Aditya Nindiyatman mengamini jika lahan di pasar Porong lama dijadikan ruang terbuka hijau. Namun, pesannya, pemanfaatan tersebut harus benar-benar diprogram agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuannya.

“Banyak orang akan mampir pada lahan terbuka hijau itu. Terlebih lagi jika ditambahkan lampu penerangan pada ruang itu,” tuturnya. Menurutnya, pengawasan juga harus dilakukan, agar ruang terbuka hijau dapat terealisasi dengan kegunaan yang semestinya. “Jika kurang pengawasan, justru nantinya dijadikan ajang maksiat. Malah bahaya,” ujar politisi PKS ini.

Jika lahan di pasar Porong lama digunakan untuk aktivitas ekonomi lagi, imbuhnya, kemungkinan tersebut sangat kecil. Masyarakat mungkin sudah takut dengan dampak lumpur yang pernah dirasakan sebelumnya. Seperti diketahui, sejak munculnya semburan lumpur Lapindo, aktivitas perekonomian di pasar Porong lama menjadi mati. Para pedagang banyak merugi dan takut dengan dampak lumpur tersebut. Saat ini mayoritas pedagang telah pindah dan ditempatkan pada pasar Porong baru di sisi barat jalan raya. (vga)

Sumber: Radar Surabaya, 16/02/11

Dipublikasi ulang oleh Admin DPD PKS Sidoarjo

Konten lainnya: