W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Bekas Pasar Porong Mangkrak

Aditya NindyatmanLahan bekas Pasar Porong lama yang sudah dibongkar masih mangkrak. Bahkan hingga kini belum ada pembahasan soal peruntukan aset Pemkab Sidoarjo yang berdekatan dengan tanggul lumpur Lapindo.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemkab Sidoarjo Djoko Sartono menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan lahan bekas Pasar Porong lama itu akan dijadikan apa.

Djoko menjelaskan pihaknya baru berencana memagar lahan itu agar di situ tidak didirikan gubuk atau ditempati pedagang di sekitarnya. “Kalau begitu nanti malah ruwet lagi,” tutur Djoko Sartono, Selasa (15/2).

Mantan Kabag Humas Pemkab Sidoarjo itu berpendapat bekas pasar tersebut cocok bila disulap menjadi ruang terbuka hijau. Menurutnya, kondisi lokasinya cukup bagus karena berada di tepi jalan dan areanya cukup luas.

“Selain itu, pemandangannya yang hijau juga bisa dipakai rekreasi keluarga,” tuturnya.

Djoko berpandangan lahan tidak itu tidak tepat bila diperuntukkan menjadi area perkantoran atau wilayah bisnis. Menurutnya, lokasi itu akan kurang diminati.

Pasalnya, investor takut karena lokasinya berdekatan dengan tanggul lumpur Porong dan tanah di sekitar Porong juga rawan ambles. “Untuk apa tanah itu akan dipikirkan lagi,” jelasnya.

Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo Aditya Nindiyatman juga setuju lahan bekas pasar itu dijadikan lahan hijau. Namun, pembangunannya harus diawasi supaya dana digunakan sesuai kebutuhan.

Namun, imbuh Aditya, jika dibuat taman, sebaiknya penataan lampunya diperbanyak supaya kelihatan terang dan tidak digunakan sebagai ajang maksiat.

“Nggak apa-apa mencontoh Surabaya demi kebaikan. Kan di Surabaya, banyak taman yang dilengkapi wi-fi dan bisa dipakai cangkrukan hingga malam hari,” tutur Ketua DPD PKS Sidoarjo tersebut.

Menurut Aditya, kecil kemungkinan lahan itu untuk aktivitas perdagangan. Sebab, investor pasti meninjau kondisi lapangan sebelum berinvestasi. Di sebelah timur, berdekatan dengan tanggul lumpur Lapindo yang berjarak beberapa meter saja. Kondisi tanah di Porong cukup rawan ambles dan membuat investor takut.

“Kalau memang disulap menjadi lahan hijau tidak ada masalah. Tapi itu tadi, jangan sampai dibuat maksiat,” ungkapnya.

Aditya juga berpendapat, jika lahan itu tidak cocok untuk menampung PKL karena Pasar Porong Baru masih gres, bahkan masih sepi. Terakhir, PKL yang berjualan di area terminal diobrak dan dimasukkan ke pasar baru itu.

“Yang mengkonsep seharusnya Bappekab, dipakai apa lahan itu. Bappekab kan lebih tahu RTRW Sidoarjo,” ungkapnya.(mif)

Sumber: Surya Online, 16/02/11

Dipublikasi ulang oleh Admin DPD PKS Sidoarjo

Konten lainnya: