W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

DA’WAH PERJUANGAN KAMI

“Hai orang beriman ruku’, sujud dan sembahlah Rabbmu, dan sebarkanlah kebaikan agar kalian menjadi orang yang menang” (Qs. Al Hajj [22]: 77)

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) senantiasa menginginkan dirinya untuk selalu menjadi pioner dalam segala bentuk kebaikan. Tentunya hal ini diiringi dengan menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah manhaj (pedoman) asasi dalam pemikiran, gerakan dan langkahnya. Oleh sebab itu nilai dan identitas islam tidak boleh lepas dari setiap program kegiatan serta kader dan pendukungnya. Salah satu ajaran islam yang juga harus melekat di setiap individu serta masyarakat muslim adalah mengajak manusia untuk mengikuti Perintah Allah SWT serta menjauhi segala larangan-Nya yang juga dikenal dengan istilah da’wah.

PKS Sidoarjo yang mempunyai visi menjadi partai dakwah yang kokoh untuk melayani dan memimpin masyarakat Sidoarjo. Berkenaan dengan pengambilan kata da’wah di dalam cita-cita besarnya, memang itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, salafus shaleh, serta seluruh pengikutnya dari seluruh generasi untuk selalu mengingat akan keutamaan dan keindahan perjuangan da’wah Islam.

Da’wah tidak boleh ditinggalkan dan dilupakan oleh individu muslim jika ingin mengharapkan al-manzilah al ‘ulya (kedudukan tinggi) di sisi Allah SWT. Da’wah ini merupakan jalan yang ditempuh oleh para rasul dan seluruh orang beriman. Adakah jalan yang lebih mulia dibanding jalan da’wah yang telah membawa kita mengenal dan mencintai Allah melalui agama ini?

“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang orang yang mengerjakan haji dan mengurus masjidil haram, kalian samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama disisi Allah. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang dzalim. Orang orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda di diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang orang yang mendapatkan kemenangan” (Attaubah [9]: 19-20)

Da’wah menjadikan orang yang menyebarkan dan menerima dengan keikhlasan hati mendapatkan ridha dari Allah SWT. Da’wah ini pula menjadi alasan berkumpulnya manusia reformis yang ingin memperjuangkan kebenaran dan perubahan kondisi bangsa keluar dari keterpurukan moral, harga diri, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Reformasi 1998 telah membawa angin segar terhadap perubahan. Tetapi bila reformasi yang telah mengorbankan syahidnya pejuang kebenaran dan kemudian dikendalikan oleh manusia yang korup dan otoriter sungguh menjadi kesedihan bagi kita semua. Betapa banyak lembaga negara dan daerah masih dikuasai tangan-tangan yang tidak menginginkan kesejahteraan berada di tengah masyarakat. Bahkan kecenderungan untuk mewariskan kekuasaan Orde Baru menjadi virus mematikan yang masuk ke dalam orang orang baru yang bermunculan di era reformasi ini.

Dengan semakin kompleksnya masalah ini maka tidak ada kata lain untuk bersatu melawan penyakit yang menggerogoti bangsa dengan mengoptimalkan peran da’wah kita semua. Perjuangan melalui da’wah tidak hanya dalam bentuk di mimbar mimbar masjid, majelis taklim serta pengajian umum saja tetapi lebih kepada cara yang lebih massif dan professional untuk mengenalkan Islam sebagai solusi bagi semua.

Perjuangan da’wah dapat dilakukan dengan lisan, tulisan, dan perbuatan atau keteladanan. Maka ajaklah saudara-saudara kita untuk lebih mengenal Islam dengan segenap potensi yang kita punya. Tentunya, keteladanan dalam perbuatan lebih dipilih masyarakat ketimbang hanya ucapan belaka.

Mari seluruh kader PKS dan Bangsa sambutlah dan gelorakan da’wah Islam di setiap waktu, level, tempat kita berada agar keterpurukan bangsa ini tidak terseret lebih dahsyat lagi .

Dan akhirnya, kitalah yang akan diminta pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT kelak. Apa yang akan kita jawab bila kita hanya berdiam diri dan berpangku tangan seperti layaknya penonton sepakbola bisa melihat dan mengkritik tetapi tidak bisa berbuat.

Wallahu’alam Bishowwab

Sidoarjo, Mei 2007