W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Gerakan Politik dan Dakwah Islam

(Satu tulisan lama yang dibuat oleh Sultaanan Nashiira. Diterbitkan oleh Bina Mitra Press, tanpa tempat dan tahun. Semoga menambah wawasan kader)

KATA PENGANTAR

Pada bulan Mei tahun 1999 M ini, gerakan reformasi telah berumur satu tahun, banyak hal dan perubahan bisa dirasakan seperti misalnya kebebasan bicara, kebebasan pers, kebebasan mendirikan partai dan lain-lain. Namun masih banyak hal dan perubahan fundamental lain yang ditunggu-tunggu.

Bulan Mei akan merupakan calatan tersendiri bagi kehidupan masyarakat Indonesia, secara khusus para pemuda dan mahasiswa penggerak reformasi untuk masa-masa yang akan datang.

Kalau kita membaca lembaran sejarah, pada bulan Mei 1453 M, dunia Islam dan Eropa diguncangkan oleh gerakan seorang pemuda berumur 24 tahun, bahkan guncangan ini bisa dirasakan sampai di pulau Jawa, tepatnya di kota Demak pada saat itu.

Pemuda tersebut bernama Muhammad Al-Fatih yang berhasil membuka kota Constantinopel ibukota Imperium Binzantium bagi dakwah Islam. Padahal selama berabad-abad sudah enam kali para panglima Islam terkenal mengepung kota ini dan mereka tidak berhasil menaklukkannya. Misalnya pada tahun 664M armada laut Muslim di bawah pimpinan Bisr bin Artha’ah mengepung kota ini. Kemudian pada tahun 672M Yazid bin Umayyah juga melakukan hal yang sama. Baru 800 tahun kemudian kota ini ditaklukkan oleh seorang pemuda, dengan izin Allah.

Di mana-mana pemuda merupakan tulang punggung perubahan. Kepada merekalah para pemuda, khususnya para pemuda di barisan partai-partai Islam seperti Partai Keadilan (PK), Partai Umat Islam (PUI) dll. Tulisan ini ditujukan, sebagai bekal minimal menghadapi pancaroba situasi dan keadaan politik yang belum bisa diramalkan.

Dengan tulisan ini paling sedikit akan dikenalkan urutan sejarah Islam, ideologi-ideologi kontemporer yang mempengaruhi perubahan dan konstelasi politik di dunia, gerakan-gerakan politik menjelang kemerdekaan Indonesia, pemikiran sebagian tokoh politik, problematika umat pascareformasi dan konsep-konsep dakwah yang berkaitan dengan perubahan sosial.

(Bersambung…)