W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

HARGA BANTUAN PRESIDEN RI 10 M

(Presiden SBY sudah mendatangi. Dana sudah terkucuri. Tinggal implementasinya perlu sangat dicermati. Kontrol, Transparansi, Pelaporan, dan Pertangunggjawaban. Insyaallah, kami akan memuat info perkembangan pengejawantahan bantuan Presiden RI 10 M ini.)

 

 

cover-kecil.jpg

 

PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

KORBAN LUMPUR PANAS MELALUI PEMULIHAN

 

SUMBER-SUMBER PENGHIDUPAN KELUARGA

 

Dl KABUPATEN SIDOARJO

 

Tahun 2OO7

 

A. Latar Belakang

Musibah luapan lumpur panas di areal kegiatan eksplorasi gas PT. Lapindo Brantas pada sumur pengeboran Banjar Panji I sejak bulan Mei tahun 2006, telah menenggelamkan wilayah terdampak seluas 641 Ha dengan rincian 11.241 bangunan dan sawah seluas 362 Ha yang tersebar di 10 Desa dari 3 Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

 

Musibah ini telah mengakibatkan setidaknya sebanyak 10.194 KK atau 38.252 jiwa yang termasuk witayah terdampak menjadi terganggu kehidupannya, kondisi sebelum terjadinya Ledakan pipa gas kurang lebih sebanyak 2.605 KK atau 9.936 jiwa dari Desa Siring, Renokenongo, Jatirejo dan Kedungbendo terpaksa dievakuasi mengungsi di Balai Desa Reno Kenongo, Kedungbendo dan Pasar Baru Porong, karena rumah-rumah mereka telah terendam dan terancam terendam. Bukan hanya mengungsi beban yang diterima melainkan juga kehilangan harta benda dan sumber-sumber penghidupannya. Lebih lanjut setelah terjadinya ledakan pipa gas sebanyak 6.823 KK atau 25.726 jiwa tetah meninggalkan tempat tinggalnya untuk mengungsi di tempat penampungan di Balai Desa Reno Kenongo, Kedungbendo dan Pasar Baru Porong. Hampir sebagian besar pengungsi yakni 92,48% KK telah meninggalkan tempat penampungan dan telah menerima uang kontrak, uang pindah dan jadup. Sedangkan sebanyak 7,51% KK yakni 766 KK atau 2.590 jiwa yang saat ini per tanggal 25 Juni 2007 masih berada di penampungan Pasar Baru Porong, dikarenakan tidak bersedia menerima uang kontrak rumah, uang pindah dan jadup serta uang muka ganti rugi 20% (tuntutan ganti rugi sekaligus 100% atau relokasi).

 

Musibah luapan lumpur panas ini, telah mempengaruhi dan mengganggu aset-aset kehidupan para korban, aktivitas ekonomi di lahan-lahan atau rumah-rumah tidak bisa lagi dilakukan dan terpaksa harus keluar dari lingkungan alam & sosial yang selama ini telah menyatukan kehidupannya. Penyebaran para korban luapan lumpur panas sementara ke wilayah-wHayah baru, boleh jadi dapat menmgkatkan kerentanan baik dan sisi sosial, finansial, ekonomi dan politik. Tanpa upaya pemulihan yang memadai, bisa jadi mereka makin terpinggirkan dan menjadi kaum marginal di wilayah ycng baru. Bahkan bukan tidak mungkin situasi ini, akan makin memperparah kondtsi kaum rentan yaitu perempuan dan anak yang sejak awal sudah sangat menderita akibat adanya musibah ini, untuk kemudian akan makin menderita lagi manakala diperlakukan sebagai ‘obyek’ perdagangan manusia {trafficking) dengan dalih pemulihan keterpurukan kondisi keluarga.

 

Upaya bantuan pemulihan sumber-sumber kehidupan para korban luapan lumpur panas ini, haruslah memberikan harapan agar secara sosial segera diterima dalam lingkungan masyarakat yang baru, secara politik diakui keberadaannya dan dilibatkan dalam proses pembangunan, secara finansial dapat dimiliki pula akses terbuka terhadap sumber-sumber keuangan mikro yang ada, dan secara ekonomi dapat pula memulihkan kegiatan peningkatan pendapatannya.

 

Bertitik tolak dari hal tersebut di atas, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sejak munculnya musibah luapan lumpur panas telah terus-menerus berusaha dan berupaya mengatasi dampak psikososial dan ekonomi yang menimpa masyarakat korban luapan Lumpur panas, namun demikian mengingat dampak yang ditimbulkan sangat luas dan berat serta jumtah masyarakat yang menjadi korban sangat banyak, maka tidaklah dapat dipungkiri manakaia upaya-upaya pengatasan dampak psikososial ekonomi belum dapat diselesaikan secara optimal.

 

Oleh karenanya, patutlah bertafakur mengucap syukur yang tak terukur atas pemberian ‘Bantuan Presiden Rl untuk Korban Lumpur Panas’ yang telah diserahkan melalui Bupati Sidoarjo sebesar Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar Rupiah) pada kunjungan kerja Bapak Presiden Rl selama 3 (hari) di Kabupaten Sidoarjo dalam rangka percepatan penyelesaian musibah luapan lumpur panas. Untuk maksud tersebut, amatlah strategis manakala Pemerintah Kabupaten Sidoarjo merealisasikan upaya percepatan pengatasan dampak psikososial ekonomi korban dengan membantu pemulihan para korban luapan lumpur panas melalui ‘Program Pemberdayaan Masyarakat Korban Lumpur Panas melalui Pemulihan Sumber-Sumber Penghidupan Keluarga di Kabupaten Sidoarjo’ yang tersusun dalam satu kesatuan Rencana Kerja Dan Penggunaan Dana ‘Bantuan Presiden Rl untuk Korban Lumpur Panas’ sebagaimana terlampir.

 

 

B. Tujuan

  1. Membantu keluarga-keluarga korban luapan lumpur panas untuk segera memulihkan sumber-sumber penghidupannya yang terganggu akibat musibah tersebut, baik dari sisi sosiat, ekonomi maupun kemasyarakatan.

  2. Membantu keluarga-keluarga korban luapan lumpur panas dalam melakukan integrasi ke dalam sistem sosial dan kemasyarakatan di wilayah tempat tinggal baru.

  3. Memperkuat kapasitas Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Organisasi Masyarakat lokal serta stakeholder terkait dalam pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

  4. Membantu percepatan realisasi pemulihan kondisi psikososio ekonomi korban melalui program/kegiatan pemberdayaan keluarga secara terintegrasi antara pemetintah, masyarakat dan pihak terkait lainnya.

  5. Meningkatkan kapasitas keluarga agar bangkit bersama seluruh keluarga Sidoarjo dari keterpurukan untuk membangun masa depan.


 

C. Sasaran

Keluarga korban luapan lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo melalui peran perempuan. Dalam hal ini jumlah sasaran adalah 10.700 KK, tiap KK diwakili oleh 1 (satu) orang perempuan dewasa sebagai pelaku utama, kecuali dalam keluarga tidak ada atau tidak memungkinkan kondisi perempuan dewasa sebagaimana dimaksud dalam program, maka penggantl sasaran programnya adalah laki-laki dewasa.

 

D. Program/Kegiatan dan Kebutuhan Anggaran

Program ‘Pemberdayaan Masyarakat Korban Lumpur Panas melalui Pemulihan Sumber-Sumber Penghidupan Keluarga di Kabupaten Sidoarjo’ diimplementasikan dalam kegiatan sebagai berikut:

 

1. Persiapan Program Secara Keseluruhan

Kegiatan ini diperlukan untuk menyiapkan keseluruhan instrumen yang akan menjamin kebertanjutan antar tahapan kegiatan yang dilakukan, termasuk perencanaan program,

penyiapan model tahapan kegiatan, pembentukan Tim Penanggung Jawab dan Pelaksana Program.

Anggaran yang dibutuhkan dengan melakukan 7 kali pertemuan antara lain untuk:

- Penyusunan rencana program

- Pembentukan tim pelaksana

- Penyusunan dan penggandaan instrumen

- dll.

Total anggaran sebesar Rp. 21.000.000,-

Jadwal Kegiatan: 27 Juni 2007 – 11 Juli 2007.

 

2. Pemetaan Kondisi dan Kebutuhan Sumber-Suntber Penghidupan Keluarga Korban Lumpur Panas di Kabupaten Sidoarjo

Kegiatan ini diperlukan selain untuk mengetahui kondisi terakhir keluarga korban juga kondisi awal sebelum musibah, baik keberadaannya maupun aktivitas ‘livehoods’nya termasuk bagaimana ‘copying mechanism’ dalam mengatasi krisis yang dihadapi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan terhadap pengelola dan pelaksana program tentang kebutuhan para keluarga korban tersebut, khususnya kaum perempuan dewasa dalam upaya pemulihan sumber-sumber penghidupannya. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam hal ini dinas/instansi yang tergabung dalam Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) dapat bekerjasama dengan LSM/Ormas peduli perempuan dan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yakni PPKBD dan Sub PPKBD di Kabupaten Sidoarjo. Anggaran yang dibutuhkan untuk :

- Penggandaan form isian

- Transport petugas pemetaan

- Supervisi pelaksanaan pemetaan

- Proses entry data dan output data base sasaran program

- dll

Total anggaran sebesar 10.000 KK x Rp.15.000 = Rp.150.000.000,-

Jadwal Kegiatan: 12 Juli 2007 – 31 Agustus 2007.

 

3. Pelatihan Penguatan Kelembagaan untuk Fasilitator Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Pendamping Sasaran Program

Kegiatan ini diperlukan agar kapasitas pelaksana program di lapangan baik Pemerintah, LSM, Ormas Pendamping Sasaran Program di Kabupaten Sidoarjo dapat memahami dan trampil dalam membantu penanganan musibah dan pemulihan pasca musibah dengan visi dan misi yang sama dan sejalan. Dalam pengelolaan program-program penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat berbasis ‘Self Help Group’. Oleh karenanya diperlukan penyamaan persepsi dan pedoman pelaksanaan program sebagai panduan pelaksanaan di lapangan.

Anggaran yang dibutuhkan :

- Peserta :

- LSM: 10 LSM @ 20orang = 200 orang

- Fasilitator Pemerintah : 18 kec @ 20 orang = 360 orang

- Kelengkapan paket: tas, bahan/materi pelatihan, konsumsi dan transport serta fasilitator kegiatan.

Total Anggaran 560 orang x Rp. 150.000,- = Rp. 84.000.000,-

Jadwal Kegiatan: 15 – 31 Agustus 2007.

 

4. Pelatihan Pemulihan Psiko Sosial dan Kewirausahaan Bag) Sasaran Program

Kegiatan ini mencakup sejumlah tahap yang diperlukan sebagai ‘social preparation’, sehingga keluarga korban dapat terintegrasi ke dalam sistem sosial, kemasyarakatan dan pembinaan yang selama ini telah ada di wilayah tempat tinggal yang baru. Tahap yang dilakukan menggunakan pendekatan participatory disesuaikan dengan pengalaman pengelolaan program Pemberdayaan Perempuan Pengembang Ekonomi Lokal (P3EL) yang selama ini telah berjalan. Disamping itu, dalam kegiatan ini diharapkan agar kondisi psikososial korban dapat dipulihkan sehingga dapat kembali bersemangat untuk kemudian ditumbuhkan jiwa dan semangat kewirausahaannya.

Anggaran yang dibutuhkan :

- Peserta: 10.000 orang.

- Kelengkapan paket: tas, bahan/materi pelatihan, konsumsi dan transport serta fasilitator kegiatan.

Total Anggaran 10.000 orang x Rp. 75.000,- = Rp. 750.000.000,-

Jadwal Kegiatan: 1 September 2007 – 14 Oktober 2007.

 

5. Pelatihan Ketrampilan Usaha Mikro Bagi Perempuan Korban Lumpur Sesuai Peminatan Sasaran Program

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali sasaran program yakni perempuan dewasa dan keluarga korban sebagai pelaku utarra, dengan kemampuan memulai dan mengelola usaha-usaha ekonomi mikro yang bisa segera dijalankan. Peserta pelatihan ini sejumlah 10.000 orang hasil pemetaan kondisi dan kebutuhan korban pada kegiatan poin 2 yang telah mengikuti pelatihan pemulihan psikososial dan kewirausahaan pada poin 4 diatas. Perlu disampaikan pula, bahwa peralatan sederhana dan produk hasil pelatihan akan langsung dibawa pulang (diberikan) peserta sasaran program.

Anggaran yang dibutuhkan :

- Peserta: 10.000 orang

- Kelengkapan paket: tas, konsumsi dan transport, peralatan-dan bahan/materi pelatihan, transport sasaran program serta fasilttator/pelatih kegiatan

Total Anggaran 10.000 orang x Rp.225.000,- = Rp. 2.250.000.000,-

Jadwal Kegiatan: 15 Oktober 2007 – 31 Nopember 2007.

 

6. Bantuan Modal + Bimbingan Pengelolaan Keuangan dan Perkoperasian

Bantuan modal usaha diberikan pada 10.000 sasaran program yang tetah mengikutf ‘Pelatihan Pemulihan Psiko Sosial dan Kewirausahaan’ dan ‘Pelatihan Ketrampilan Usaha Mikro Sesuai Peminatan Sasaran Program’. Bantuan ini diberikan setelah terpenuhi sejumlah kondisi antara lain : sasaran program telah mengikuti pelatihan yang dipersyaratkan dan telah mempunyai rencana usaha ekonorni mikro yang akan dijalankan. Disamping itu, bantuan modal diberikan pula pada 700 sasaran program yang telah memenuhi persyaratan program pada tahap I yang telah didanai dari UNDP. Pada tahap I dari 1.000 sasaran program yang dilatih hanya 300 orang saja yang tercover bantuan modal dari UNDP, sehingga 700 orang sisanya didanai dari program ini.

Lebih lanjut sebelum bantuan modal diberikan tertebih dahulu sasaran program harus mengikuti kegiatan bimbingan pengelolaan keuangan dan perkoperasian secara sederhana, dengan maksud agar modal yang diterima benar-benar bisa dikelola secara maksimal untuk usaha ekonomi mikronya.

Anggaran yang dibutuhkan untuk :

- Modal: 10.700 orang x Rp. 500.000,- = Rp. 5.350.000.000,-

- Kelengkapan paket tas, buku, konsumsi dan transport serta

fasititator kegiatan: 10.700 orang x Rp. 50.000,- = Rp. 535.000.000,

Total Anggaran: Rp. 5.885.000.000,-

Jadwal Kegiatan: 1 – 14 Desember 2007.

 

7. Kegiatan Pendampingan Teknis Program Selama 4 Bulan

Kegiatan ini dimaksudkan agar sasaran program dapat senantiasa diketahui perkembangannya dan apabila menemui permasalahan dan kendala dalam menjalankan usaha ekonomi mikronya dapat dikonsultasikan pada pendamping untuk dicarikan solusinya. Kegiatan pendampingan teknis ini dilakukan sejak pelaksanaan , kegiatan pelatihan psikososial dan kewirausahaan sampai dengan berakhirnya program, sehingga pendampingan dilakukan selama kurang lebih 4 bulan terhitung mulai Bulan September s/d Desember 2007.

Anggaran yang dibutuhkan :

- Peserta: 11.000 orang

- Kelengkapan pendampingan di lapangan : tas, topi, konsumsi dan transport pendamping, dll.

Total Anggaran : 11.000 KK x Rp. 20.000, (untuk 4 bulan) = Rp. 220.000.000,-

Jadwal Kegiatan: 1 September 2007 – 31 Desember 2007.

 

8. Modal Koperasi Serba Usaha

Agar sasaran program yang benar-benar melakukan usaha ekonominya dapat berkembang lebih lanjut, maka satah satu solusi yang dihadapi dalam permasalahan keterbatasan modal usaha adalah dengan memberikan bantuan pinjaman modal, dalam bentuk barang melalui Koperasi Serba Usaha yang dibentuk oleh para korban luapan lumpur panas melalui pendampingan.

Jumlah koperasi yang akan terbentuk tergantung pada kebutuhan sasaran program di lapangan.

Anggaran yang dibutuhkan untuk pembentukan koperasi, modal usaha, dll sebesar Rp. 33O.OO0.OOO,-

Jadwal Kegiatan: 15 – 30 Desember 2007

 

 

9. Pelaporan dan Pengendalian Program Untuk 6 Bulan Pelaksanaan Program

Agar pelaksanaan program diketahui perkembangannya dan terjamin keberlanjutannya, maka kegiatan pelaporan dan pengendalian mutlak perlu dilaksanakan secara berkesinambungan. Dengan demikian bila ditemui permasalahan, hambatan dan kendala dalam proses pelaksanaan program akan segera dapat terdeteksi lebih dini dan segera pula dicarikan solusi pemecahannya. Dalam kegiatan ini termasuk pula pemenuhan kebutuhan dukungan administrasi pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi yang melibatkan unsur pemerintah dan stakeholder.

Anggaran yang dibutuhkan selama program berjalan untuk :

- Kelengkapan dukungan administrasi (ATK, Komputer, dll),

- Insentif a lembur petugas administrasi

- Dokumentasi

- Polaporan

- Konsumsi dan transport petugas monev

- dll.

Total anggaran sebesar Rp. 260.000.000,-

Jadwal Kegiatan: 27 Juni 2007 – 31 Desember 2007.

 

10. Audit Akuntan Publik

Untuk memastikan bahwa bantuan dana dipergunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan dalam perencanaan program yang ada, maka diperlukan audit oleh akuntan publik, yang hasilnya disampaikan pada semua pihak yang terkait.

Anggaran yang dibutuhkan untuk jasa akuntan pubtik sebesar Rp. 50.000.000,-

Jadwal Kegiatan: 1 – 30 Januari 2008

 

E. Ringkasan Rencana Anggaran Program Keseluruhan

  1. Perstapan Program Secara Keseluruhan… Rp. 21.000.000,-

  2. Pemetaan Kondisi dan Kebutuhan Sumber-Sumber Penghidupan

Keluarga Korban Lumpur Panas di Kabupaten Sidoarjo… Rp. 150.000.000,-

  1. Pelatihan Penguatan Kelembagaan untuk Fasilttator Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Pendamping

Sasaran Program… Rp. 84.000.000,-

  1. Pelatihan Pemulihan Psiko Sosial dan Kewirausahaan

Bagi Sasaran Program… Rp. 50.000.000,-

  1. Pelatihan Ketrampilan Usaha Mikro Bagi Perempuan Korban Lumpur Sesuai Peminatan Sasaran Program… Rp. 2.250.O00.0OO,-

  2. Bantuan Modal + Bimbirigan Pengelolaan

Keuangan Perkoperasian… Rp. 5.885.000.000,-

  1. Kegiatan Pendampingan Program selama 4 Bulan… Rp. 220.000.000,-

  2. Modal Koperasi Serba Usaha… Rp. 330.000.000,-

  3. Pelaporan dan Pengendalian Program Untuk

6 Bulan Pelaksanaan Program…. Rp. 260.000.000,-

  1. 10. AuditAkuntanPublik… Rp. 50.000.000.-

 

Total Anggaran Rp.10.000.000.000,-

Terbaca : Sepuluh Milyar Rupiah

 

F. Penutup

Demikian Rencana Kerja & Penggunaan Dana ‘Program Pemberdayaan Masyarakat Korban Lumpur Panas melalui Pemulihan Sumber-Sumber Penghjdupan Keluarga di Kabupaten Sidoarjo’ dibuat, dengan harapan dapat terealisasi dengan baik & lancar, dan dengan semangat kebersamaan bangun dari keterpurukan musibah untuk mewujudkan ‘Sidoarjo Bangkit Bersama membangun Ma┬╗ Depan’. Selain itu pula, besar harapan agar pelaksanaan program lebih lanjut dapat segera memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan sumber-sumber penghidupan korban luapan lumpur panas. Akhirnya panjatan doa senantiasa teriring kehadirat ALLAH SWT, mudah-mudahan musibah luapan lumpur panas ini di Kabupaten Sidoarjo segera dapat terhenti. Atas perkenannya disampaikan terima kasih.

 

Sidoarjo, 26 Juni 2007

Bupati Sidoarjo

 

Drs. H. Win Hendrarso, M.Si

 

 

 

 

 

Lampiran:

 

TIM PELAKSANA

BANTUAN PRESIDEN Rl UNTUK KORBAN LUMPUR PANAS

 

PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

KORBAN LUMPUR PANAS MELALUI PEMULIHAN

SUMBER-SUMBER PENGHIDUPAN KELUARGA

Dl KABUPATEN SIDOARJO

Tahun 2007

 

Tim Pelaksana Program:

Penasehat : Bupati Sidoarjo

Pengarah : Sekretaris Kabupaten Sidoarjo

Ketua Pelaksana : Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo

Wakil Ketua Pelaksana : Kepala BKBPMP Kabupaten Sidoarjo

Sekretaris : Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan BKBPMP Kab. Sidoarjo

Anggota:

1. Kabag. EPP Setda Kab. Sidoarjo

2. Kabag. Perekonomian Setda Kab. Sidoarjo

3. Kabagkesos. Setda Kab. Sidoarjo

4. Kabid II Bapekab Sidoarjo

5. Dinas Pertabunak Kab. Sidoarjo

6. Disperindag Kab. Sidoarjo

7. Dinas Koperasi a PKM Kab. Sidoarjo

8. Dinas Kesos Kab. Sidoarjo

9. Bakesbang Linmas

10. Kabag Hukum Setda Kab. Sidoarjo

 

NB:

Sektap Program Bantuan Presiden RI untuk Korban Lumpu Panas

Jl. Pahlawan IX 173 B Telp: (031)8941873, 8968702. Fax: (031)8948330

Sidoarjo 61213

Email: bkbpmp-sidoarjo@sby.centrin.net.id