W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Indonesia 2020

Indonesia 2020

Id-flag

Ada apa dengan Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Mengapa kita harus membicarakan suatu waktu dengan jeda 13 tahun yang tentu saja kita tidak tahu apa yang terjadi pada saat itu. Kenapa di saat-saat sulit seperti sekarang, naluri keindonesiaan kita perlu dibangkitkan (lagi) dengan penaksiran dan perkiraan masa depan.

Ada suatu pelajaran menarik dari sirah nabawiyah (sejarah kenabian), yakni kisah perang Khandaq (Parit) pada 629 M. Di tengah suasana kelaparan yang menghebat, sampai-sampai kaum Muslimin saat itu harus mengganjal perutnya dengan satu batu dan Rasul saw juga mengganjal perutnya dengan dua batu (at Tirmidzi, Misykatul Mashabih, II: 448), mereka menggali parit di utara kota Madinah.

Parit merupakan solusi atas imbalansi kuantitas pasukan Muslim dengan pasukan musuh. Menurut Ensiklopedi Wikipedia, Muhammad memimpin hanya 1600-an orang. Di pihak musuh, aliansi kabilah-kabilah Arab mencapai sepuluh ribu orang (Syaikh Shafiyyur Rahman al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah, 1998: 429). Jumlah yang lebih dari cukup untuk meratakan Madinah.

Ketika menggali parit di suatu bidang tanah tertentu, kaum Muslimin bertemu dengan satu batu cadas yang tidak seorangpun bisa memecahkannya. Dalam kondisi sangat lapar karena tiga hari tidak makan (Shahihul Bukhari, II: 588), malah terantuk dengan batu cadas atos, Anda bisa membayangkan bagaimana kondisi saat itu.

Mereka lapor kepada Nabi saw. Lalu, Nabi saw turun tangan sendiri memecahkan batu atos itu. Dalam Sunan an-Nasa’i II L 56, disebutkan ada cahaya yang keluar pada tiap pukulan Nabi saw di batu itu. Setelah pukulan pertama, ada cahaya keluar, lalu Nabi saw berkata, “Allahu Akbar. Aku diberi kunci pembuka Syam. Demi Allah, aku melihat istananya yang merah saat ini.”

Sehabis cahaya keluar pada pukulan kedua, Nabi saw berkata, “Allahu Akbar. Aku diberi Parsi. Demi Allah, sekarang ini aku benar-benar melihat istana putihnya.” Yang ketiga, Nabi saw berkata, “Allahu Akbar. Aku diberi kunci pembuka Yaman. Demi Allah, aku benar-benar melihat pintu-pintu Shan’a(Yaman) dari tempatku ini.”

Di tengah himpitan rasa lapar dan ancaman serbuan musuh, nubuwah (kabar dari langit) melalui Nabi saw itu menjadi air sejuk yang membasahi keringnya kerongkongan, membangkitkan diri dari semangat, merevitalisasikan pikiran dari kegundahan akal. Dan memang nubuwah itu terbukti. Akhir kekhalifahan Umar bin Khattab pada 644 M sudah meliputi tiga wilayah tersebut.

Islamic State 632-644

Ada satu nubuwah lagi, yakni tentang penaklukan kota Konstantinopel. Dalam suatu majelis, tiba-tiba Rasul saw ditanya, “Yang manakah di antara dua kota yang akan ditaklukan terlebih dahulu, Konstaninopel atau Roma?” Rasul saw menjawab, “Kota Heracklius (Konstantinopel) akan ditaklukkan terlebih dahulu.”.

Saya dan Anda bisa membayangkan bagaimana kaum Muslimin menanyakan sesuatu hal yang hal itu jaraknya lebih dari 2000 km jauhnya dari kediaman mereka. Sementara, mereka sendiri pun belum mengalahkan musuh terdekatnya, Kaum Qurais. Dan memang, pertanyaan itu terbukti: Sultan Mahmud II (Fatih al Murad) yang membawahi tentara Turki Utsmani berhasil menaklukkan Konstantinopel pada 29 Mei 1453.

Visi Adalah Mimpi

Satu hikmah yang saya tangkap dari dua nubuwah di atas adalah visi itu melompat. Visi melewati jeda waktu, melintasi sekat jarak dan masa, menembusi satu generasi bahkan lebih, dan terkadang tidak bisa dinikmati oleh penggagasnya. Meski begitu, visi tidak putus karena ia menjadi mimpi masa depan bagi orang-orang yang mengagumi dan mengikuti penggagasnya. Benar apa yang dikatakan Victor Hugo, “Tidak ada hal berharga daripada sebuah mimpi menciptakan masa depan.”

Atau seperti halnya mimpi Martin Luther King tentang persamaan derajat kulit hitam dengan putih. Kalimat “Saya mempunyai mimpi” yang diucapkan 8 kali dalam sebuah pidato paling fenomenal “I have a dream” di depan 200-an ribu massa kulit hitam di Lincoln Memorial Washington DC pada 28 Agustus 1963 menjadi visi bersama kaum kulit hitam hingga kini.

Kini, 44 tahun setelah aksi itu, seorang kulit hitam bernama Barack Obama maju mencalonkan diri menjadi Presiden AS ke-44. “Bila kau bisa membayangkan, kau bisa mencapainya. Bila kau bisa mengimpikannya, kau bisa menjadi itu,” kata William Arthur Ward.

Analis Futuristik

Jika visi ibarat suatu sisi koin, sisi lainnya adalah kecermatan menganalisis. Kemampuan menginventarisasi dan menilai ketersediaan materi serta membuat perbandingan adalah determinasi analis masa depan. Hasil dari analisis itulah yang mempertebal keyakinan dan rasa percaya diri ketika menggenggam suatu visi.

Sayangnya, kita, bangsa Indonesia, tidak cukup cermat menganalisis. Malah, justru orang asing yang bisa memandang kita dengan lebih detil. Memang, memandang diri sendiri jauh lebih sulit dibandingkan memandang orang lain. Kita sering kali bisa mencermati orang lain tetapi lebih sering tidak bisa mencermati kedalaman pribadi kita. Benarlah, suatu kalimat, “Jika kamu ingin tahu keadaan seseorang, tanyalah kepada teman-temannya dan musuh-musuhnya.”

Ada suatu analisis futuristik yang dikeluarkan pada Desember 2004 lalu oleh National Intelligence Council (NIC). NIC adalah lembaga pemikir strategis jangka menengah-panjang dalam Komunitas Intelijen (IC/Intelligence Community) Amerika Serikat. IC merupakan gabungan 16 kesatuan intelijen AS seperti CIA dan sub unit Departemen Pertahanan, Energi, Luar Negeri, Kehakiman (DEA dan FBI), Keamanan Dalam Negeri, dan Keuangan.

Meski NIC dipenuhi oleh orang-orang senior IC, institusi ini sering meminta pendapat dari para akademisi, lembaga kajian swasta, dan pelaku bisnis.

Dua laporan terpenting yang dikeluarkan oleh NIC adalah National Intelligence Estimate (NIE) dan Global Briefing (Global Trends). Global Briefing yang memuat penilaian NIC tentang konstelasi kekuatan-kekuatan global dan geostrategisnya dikeluarkan tiap lima tahun. Tiga edisi sudah dihasilkan: Global Trends 2010, Global Trends 2015, dan Mapping the Global Future 2020.

Dalam Global Trends 2010 dan 2015, nama Indonesia disebut secara samar-samar sebagai pesaing. Namun dalam Mapping the Global Future 2020, NIC jelas-jelas menyebut Indonesia bersama China, India, dan Brasil akan menjadi arriviste power (kekuatan mendatang). Tentu saja, keempatnya menjadi penantang hegemoni AS.

Lalu apa yang membuat Indonesia sebagai salah satu kekuatan menentukan di masa depan. NIC tidak memberikan alasan detil. Ketika di halaman 9 ada pernyataan bahwa ekonomi Indonesia dapat mendekati ekonomi negara-negara Eropa pada 2020, pernyataan itu berhenti di situ saja.

Meski begitu, ada satu hasil kajian lain yang bisa digunakan untuk melengkapi laporan NIC itu. Hasil workshop dua hari yang diselenggarakan bipartisan Rand Corporation dan Strategic Assessment Group (SAG, salah satu unit CIA) dirangkum oleh Gregory F. Treverton dan Seth G. Jones dalam judul Measuring National Power (2005).

Dalam kajian itu, SAG merumuskan empat kapabilitas utama yang menunjang kekuatan nasional: pendapatan nasional bruto (GDP/Gross Domestic Product), jumlah penduduk, anggaran pertahanan, dan inovasi teknologi. Dalam estimasi SAG, dengan empat hal inilah, AS memegang 20 persen kekuatan global. Uni Eropa dan China sama-sama mempunyai 14 persen. India dapat 9 persen. Masing-masing Brasil, Korea Selatan, dan Russia menguasai 2 persen.

Peneliti dari Rand memberi rumusan sedikit berbeda. Kekuatan nasional ditopang oleh tiga hal. Pertama, sumber daya alam. Kedua, performa nasional. Terakhir, kapabilitas militer.

Jika menggabungkan keduanya, kita bisa mendapati beberapa hal. Pertama, kekuatan gratis (taken for granted). Artinya, Tuhan sudah menyediakannya. Apa itu. Dua hal: penduduk dan sumber daya alam. Kedua, kekuatan yang diupayakan. (Saya tidak menyukai istilah eksploitasi dan kapitalisasi). Kekuatan kedua merupakan derivasi dari keberhasilan menangani kekuatan pertama.

Menurut CIA Worldfact Book 2007, penduduk Indonesia mencapai 245.452.739 per Juli 2006 dengan timgkat pertumbuhan rata-rata 1,41 persen. Terbesar keempat dunia setelah China, India, dan AS.

Jumlah penduduk menjadi kekuatan nasional sangat penting bagi eksistensi suatu bangsa mengingat banyak negara maju mengalami krisis kependudukan. Rata-rata pertumbuhan populasi orang Rusia minus 0,37 persen. Demikian juga Jerman yang minus 0,02 persen. Ukraina minus 0,6 persen. Angkatan tua (usia 65 tahun lebih) Jepang lebih banyak 6 persen dibandingkan angkatan mudanya (usia 0-14 tahun). Beberapa negara yang memiliki angka kematian lebih besar daripada angka kelahiran adalah Austria, Italia, Jerman, Russia, Swedia, dan Ukraina.

Yang menyesakkan dada adalah angka pengangguran sebesar 12,5 persen. Itu sama dengan 30,68 juta orang lontang-lantung tanpa gawe. Dan angka kemiskinan mencapai 17,8 persen (43,69 juta orang).

Sumber daya alam utama Indonesia yang bisa diestimasikan CIA adalah minyak dan gas bumi. Estimasi cadangan minyak bumi kita sebanyak 4,85 juta barel (peringkat 23 dunia). Ternyata kita tidak banyak memiliki minyak bumi. Karena itu, konon kita mengimpor minyak 345.700 barel per hari untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Perhitungannya begini, kita memproduksi minyak 1,061 juta barel per hari. Namun, bersama dengan itu, kita mengkonsumsi 1,084 juta barel.
(Makanya, kita harus berhemat BBM. Jika tidak urgen dan mendesak, jangan memaksa diri bepergian dengan kendaraan bermotor. Atau bila menempuh jarak pendek, gunakan sepeda kayuh. Selain hemat BBM, bersepeda ontel lebih sehat bagi tubuh dan juga peduli lingkungan).

Yang menggembirakan, cadangan gas alam kita lumayan besar, 2,557 milyar kubik meter (cu m). Dengan cadangan gas alam sebesar itu, Indonesia berada di peringkat 12 besar dunia. Di tahun 2005, Indonesia memproduksi 83,4 juta cu m. Untuk konsumsi, Indonesia hanya (bisa) memghabiskan seperempatnya saja, yaitu, 22,5 juta cu m. Sisanya diekspor.

Perbandingan di Kawasan Asia Tenggara Plus

Perbandingan Indonesia

Ada pelajaran penting berkaitan dengan gas alam meski terjadi di luar negeri. Rusia memiliki cadangan gas alam terbesar di dunia, sekitar 47,57 milyar cu m. Otomatis, Rusia menjadi negara pengekspor gas alam terbesar juga. Berkah gas alam membuat Rusia bisa melunasi hutang-hutangnya pada 2006 kemarin. Meski belum sampai 20 tahun-jika menghitungnya dari kehancuran Uni Sovyet 1989, Rusia telah menjadi negara kaya baru. Kiblat negara pencari hutang sekarang tidak hanya terpusat IMF, Bank Dunia, Jepang, Uni Eropa, atau AS. Rusia-beserta Cina-menjadi rujukan negara penghutang.

Pada tanggal 1 Januari 2006, Rusia memberi hadiah ulang tahun kepada Eropa dengan memutus pengiriman gas alam ke Eropa melalui Ukraina karena tidak ada kesepakatan tentang harga baru gas alam. Jerman, Itali, dan Perancis kelabakan. Mesin-mesin industri mereka berhenti.

Di tahun 2005, harga gas alam Rusia dihargai 49,81 dolar per seribu cu m. Setelah perjanjian 4
Januari 2006, harga itu menjadi 95,03 dolar per seribu cu m. Jika Jerman, Itali dan Perancis mengimpor gas alam Rusia masing-masing sebesar 31,43, 22, dan 13,3 juta cu m per tahun (US Energy Information Administration, Rusia: Country Analysis Briefs, January 2006), Anda bisa bayangkan berapa keuntungan Rusia.

(Saran saya: pertama, di masa depan, lebih baik Indonesia memperbesar pemanfaatan cadangan gas alamnya. Kedua, Indonesia seharusnya mencoba bekerjasama dengan Gazprom-Pertaminanya Rusia atau CNPC-Pertaminanya Cina daripada dengan Caltex, Halliburton atau Exxon Mobil. Masih ingat kasus Natuna dan Blok Cepu. Salah satu hal mengapa Cina sangat berpengaruh di Afrika sekarang adalah karena Cina tidak pelit berbagi teknologi.)

Pemimpin (mampu dan mau) adalah keharusan

Jika Anis Matta memilih pahlawan untuk keluar dari krisis, saya lebih menyukai pemimpin. Meskipun begitu saya setuju dengan beliau dalam hal konversi: mereka mengubah tantangan menjadi peluang, kelemahan menjadi kekuatan, kecemasan menjadi harapan ketakutan menjadi keberanian, dan krisis menjadi berkah (Anis Matta, Mencari Pahlawan Indonesia, 2004: 227).

Pemimpi yang bagaimana. Seorang teman menyatakan kepada saya, “Pemimpin yang mampu dan mau.” Ya, hanya ia (sang pemimpin) yang mampu dan mau saja yang bisa membawa bangsa ini menuju kejayaannya. Banyak orang mampu tapi tidak mau menjadi menjadi pemimpin. Ia lebih memilih takdirnya sebagai orang biasa. Bagi orang-orang semacam itu, menjadi orang biasa adalah zona aman tanpa gangguan amanah, beban, dan tanggungan. Singkatnya, ia hidup untuk dirinya sendiri. Kalau toh jangkauannya diperluas, ia hanya hidup untuk diri dan keluarganya sendiri.

Nabi saw memberi peringatan: “Bukan umatku, mereka yang tidak memikirkan urusan kaum Muslimin.” Sayyid Qutb menambahkan, “Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, ia akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Sementara, orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar.”

Orang yang menjadi pemimpin karena kemauan tanpa kemampuan hanya akan dijadikan boneka oleh para pembantu dekatnya. Ia diam dan termangu menghadapi aneka masalah meski tangannya menggenggam hukum dan kekuasaan. Dalam epik Mahabarata, bukan raja Destarasta yang berkuasa di kerajaan Destarasta melainkan Sengkuni dan Durna. Apakah di republik ini ada pemimpin (atau presiden) yang mau tapi tidak mampu. Anda jawab sendiri.

Timbul pertanyaan, kemampuan apa yang perlu dimiliki seorang pemimpin. Qur’an Surat Yusuf ayat 108 memberi keterangan kemampuan-kemampuan sebagai syarat seorang pemimpin. Pertama, kemampuan ideologi yang berbasis pada Allah oriented (illallah). Dari sini, muncul perasaan responsibilitas atas segala apa yang akan, sedang, dan telah dilakukan. Kedua, kemampuan komunikasi (qul). Surat Ar Rahman 2-3 memberi penjelasan: kemampuan bahasa Qur’an (‘allamal Qur’an), kemampuan bahasa manusia (kholaqol insan), serta kemampuan menjelaskan dan memahamkan (‘allamatul bayan).

Ketiga, kemampuan kerja (haadzihi sabiili). Seorang pemimpin harus mengetahui visi, misi, program, target, capaian, dan sebagainya. Keempat, kemampuan dalil/argumen (‘ala basyirothin). Pemimpin mampu menjelaskan alasan-alasan kenapa, mengapa, dan bagaimana ia melakukan sesuatu.

Kelima, kemampuan implementasi (Ana wa manittaba’ani). Pemimpin harus bisa memberdayakan anak buahnya. Keenam, kemampuan pemeliharaan moral (subhanallahi). Kebersihan moral bukan hanya milik pemimpin saja. Pemimpi harus bisa membersihkan moral anak buahnya. Ketujuh, kemampuan menjadi model (wama ana minal musyrikin). Keteladanan adalah jaminan bagaimana suatu bangsa menghormati dan menghargai pemimpinnya. Bahkan juga mengikutinya.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana seorang pemimpin dimunculkan. John Maxwel mengklasifikasikan pemimpin-pemimpin dunia dalam tiga hal. Pertama, pemimpin yang dilahirkan. Mereka mempunyai bakat pemimpin sejak lahir. Jumlahnya tidak banyak, cukup 5 persen. Kedua, pemimpin yang muncul karena keadaan bahaya, darurat, genting. Misalnya saat bencana alam, huru-hara, dan lain-lainnya. Jumlah mereka lumayan, 15 persen.

Terakhir, bagian yang terbesar, 80 persen adalah mereka yang ada karena proses rekayasa. Para pemimpin yang lahir dari rahim pengkaderan dini, hasil kawah penggodokan awal.

Dan bagi saya, tempat paling efektif untuk melahirkan pemimpin adalah partai politik (parpol). Pada hakikatnya parpol adalah negara kecil dan negara adalah parpol besar. Bahasa lainnya, parpol adalah miniatur negara.

Coba Anda cermati. Parpol yang baik parpol yang memiliki beberapa departemen selayaknya sebuah negara dan departemen-departemen itu berfungsi baik. Ada departemen sosial, olahraga, pembinaan pemuda, kaderisasi, hukum, keamanan, dan sebagainya. Artinya, suatu parpol yang baik tidak hanya menitikberatkan kegiatan politik saja. Aktivitasnya berjalan harian, bukan tahunan. Ada atau tidak ada pemilu, sama saja: tetap aktif.

Ketika saya membaca beberapa biografi beberapa pemimpin dunia, saya merasakan proses rekayasa itu. Felipe Calderon memulai aktivitas politik dalam gerakan muda Partai Aksi Nasional (PAN/Partido Acción Nacional) pada usia 20 tahun. Kini, ia sudah resmi menjadi Presiden Meksiko setelah melalui pertarungan sengit dengan Lopez Obrador.

Pada usia 19 tahun, mantan Kanselir Jerman (1998-2005), Gerhard Schroeder, mengawali debut politiknya dengan menjadi anggota Pemuda Sosialis (Young Socialists). Delapan tahun kemudian, ia menjadi kepala Pemuda Sosialis distrik Hannover. Pemuda Sosialis merupakan organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan salah satu partai politik besar Jerman, SPD (Social Democratic Party).

Stephen Harper (PM Kanada ke-22 sekarnag) sudah menjadi aktivis politik sejak SMA dengan menjadi anggota Young Liberals Club. Pada usia 18 tahun, Josip Broz Tito (pendiri Yugoslavia), menjadi anggota Partai Sosial Demokratik Kroasia-Slovenia. Dari negara tetangga, John Howard dengan umur 18 tahun menjadi anggota Partai Liberal di tahun 1957.

Presiden Spanyol sekarang, José Luis Rodríguez Zapatero, mengawali kegiatan politiknya pada 15 Agustus 1976. Di kala itu, Zapatero yang masih sangat muda (16 tahun) ikut dalam pertemuan Partai Pekerja Sosialis (PSOE) di Gijon. Tak heran, 28 tahun setelah pertemuan itu, Zapatero akhirnya bisa menduduki jabatan tertinggi di Spanyol.

Gerry Adams menjadi aktivis Sinn Féin, sayap politik Tentara Pembebasan Irlandia (IRA), ketika usia 16 tahun. Kegiatan politiknya dilakukan bersamaan dengan pekerjaannya sebagai pelayan minuman di sebuah bar.

Alija Izetbegovic, presiden Bosnia pertama (1996-2000), masih berusia 14 tahun ketika ia menjadi anggota Mladi Muslimani (Pemuda Muslim). Di waktu itu, Nazi sedang menginvansi wilayah Yugoslavia, termasuk Bosnia.

Dari Palestina, Yassir Arafat (saat usia 29 tahun), Abu Jihad (23 tahun), Saleh Khalaf (24 tahun), dan Mahmoud Abbas (24 tahun) mendirikan Fatah pada 1958. Fatah adalah motor gerakan perlawanan Palestina yang tertua sekaligus terbesar. Beberapa tahun sebelum itu, Arafat dan Khalaf juga menjadi pimpinan Persatuan Mahasiswa Palestina di Mesir. Kini, Mahmoud Abbas menjadi presiden Palestina.

Presiden Irak Jalal Talabani menjadi aktivis Partai Demokratik Kurdi (KDP) pada usia 14 tahun. Talabani sudah menjadi anggota komite sentral pada usia 18 tahun dan kepala politbiro pada usia 27 tahun. Masoud Barzani, seorang pemimpin pejuang Kurdi, menjadi aktivis KDP pada umur 16 tahun.

Dari Israel, Ben Gurion (PM Israel pertama), sudah menjadi aktivis pemuda Israel, Ezra, pada usia 15 tahun. Pada umur 18 tahun, ia bergabung dengan Poalei Zion (Pekerja Zionis). Golda Meir (PM Israel 1969-1974) sudah menjadi anggota Poalei Zion ketika masih di North High School Denver. Meir bergabung dengan Organisasi Pekerja Yahudi di usia 17 tahun. Ketika menjadi mahasiswa University of Wisconsin-Milwaukee, Meir adalah anggota aktif gerakan pemuda Habonim. Retorika Meir dilatih dalam public speaking oragnisasi-organisasi Yahudi. Meir menikah di usia 19 tahun. Setelah tiba di Palestina pada umur 22, Meir bergabung dengan Kibbutz (Komunal Pemukiman) dan Histadrut (serikat pekerja). Kibbutz dan Histadrut inilah yang menjadi cikal bakal Israel hingga sekarang.

Sewaktu umur 17 tahun, Menachem Begin (PM Israel 1977-1983) telah aktif di Betar Polandia. Betar (Brith Joseph Trumpeldor) adalah sayap pemuda semi militer gerakan Revisionis Zionis yang digagas oleh Vladimir “Ze’ev” Jabotinsky. Begin manjadi kepala Betar Cekoslovakia pada usia 23 tahun. Dua tahun kemudian, Begin memimpin Betar Polandia dan membawahi sekitar seratus ribu pemuda Yahudi.

Sewaktu muda (14 tahun), Moshe Dayan (anggota Knesset, Menteri Pertanian 1954-1964, Menteri Pertahanan 1967-1973, Menlu 1977-1980) bergabung dengan Haganah, sebuah organisasi paramiliter yang hampir semua anggotanya adalah pemuda Yahudi. Demikian juga Ariel Sharon (PM 2001-2006) pada usia yang sama. Pada umur 20, Shimon Peres sudah melakoni aktivitas sebagai ketua gerakan muda Pekerja Zionis. Peres aktif di Haganah pada usia 24 tahun.

Preisden Argentina saat ini, Néstor Carlos Kirchner, sudah menjadi aktivis dengan bergabung dalam Young Peronist (gerakan kiri radikal anti-rezim militer) tatkala usia di bawah 20 tahun. PM Turki Recep Tayyip Erdogan memulai langkah politiknya di saat usia 16 tahun. Ketika itu, ia menjadi anggota Partai Islam Penyelamat Nasional (Milli Selâmet Partisi) di bawah pimpinan Necmettin Erbakan.

Dari China, Deng Xiaoping sudah merantau (sekolah)ke Perancis pada usia 16 tahun. Deng menjadi anggota Pemuda Partai Komunis China (CPC) di Eropa saat masih 18 tahun. Dua tahun kemudian, Deng menjadi anggota penuh CPC dan turut memimpin Cabang Umum Liga Pemuda di Eropa.

Jacob Zuma menjadi akvtis Kongres Nasional Afrika (ANC) pada usia 17 tahun. Pada usia 21 tahun, ia ditangkap dengan tuduhan makar. Sebagai akibatnya, Zuma mendekam di penjara selama 10 tahun lamanya. Kini, ia merintis jalan menuju kursi presiden 2009.

Seorang tokoh Syiah Irak, Mohammad Baqir al Hakim (bersama Mohammad Baqir Al Sadr), mendirikan partai politik modern pada usia 19 tahun. Parpol dengan nama Hizbut Da’wah al Islamiyyah (Partai Dawa Islam) inilah yang menjadi organ tertua dan utama perlawanan komunitas Syiah terhadap rezim Saddam Husein.

Ada ertanyaa lagi: apa kaitannya pemimpin dan parpol dengan 2020. Ada relasi sangat penting. Sebelum 2020, masih ada tiga pemilu lagi.

Pemilu adalah mekanisme konstitusional dalam memilih pemimpin. Bukan dengan cara lain, apakah itu kudeta atau pun revolusi. Meskipun mahal, biaya pemilu masih lebih murah dibandingkan kudeta maupun revolusi. Malcom X mengatakan, “Revolusi tidak berjalan denga damai.”

Sebenarnya, kesediaan saya dan Anda mengikuti pemilu adalah investasi lima tahunan bahkan lebih. Sehari kita salah memilih, efeknya berlangsung hingga pemilu berikutnya.

Bagaimana kalau salah memilih. Apakah Anda akan salah memilih. Satu dekade ini sudah cukup waktu mempertimbangan suatu pilihan. Tindakan apolitis hanya suatu pelarian tanpa penyelesaian.

Lalu, adakah parpol yang baik dan calon pemimpin yang bersih. Saya yakin ada. Sebagaimana saya menyakini masih ada pagi hari untuk menikmati hangatnya sinar matahari.

Lantas, apa hubungannya tahun 2020, pemimpin, parpol, dan pemilu dengan PKS? Anda jawab sendiri.