W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Kembali ke Fitrah Menjadi Manusia Penuh Pesona

Ustad Aditya NindyatmanSungguh kesedihan keluar menyeruak dari hati ini tatkala Ramadhan perlahan meninggalkan kita semua. Ramadhan memang meninggalkan semua dari rumah, masjid, sekolah, kampus, kantor, dan pabrik kita. Begitu mendalam memori Ramadhan membekas di hati ini. Tarawih, tadarus, buka puasa bersama, perjuangan mencapai target ziswaf, serta suasana ‘itikaf di masjid masjid menjadi suasana sehari hari yang terlihat indah di pandang oleh mata kita. Tak heran memang bulan Ramadhan Allah menjadikannya lebih dibanding bulan bulan lain.

Diharapkan seorang muslim setelah melaksanakan ibadah Ramadhan tetap istiqomah di dalam segala aspek kehidupan amal sholehnya pada 11 bulan lain seperti yang dilakukannya pada saat ramadhan ini. Cerminan bahwa amal sholeh yang dilakukannya dapat membawa dampak positif dirinya tatkala memasuki bulan syawal keteguhan dalam menjalankan amal sholeh tidaklah berubah sama seperti pada bulan Ramadhan. Jika kita tidak ingin dikatakan sebagai orang yang merugi, maka kuatkan, peliharalah kebaikan yang banyak kita lakukan di bulan ramadhan lalu.

Memasuki bulan syawal kehidupan seorang muslim terus berjalan. Laksana jarum jam yang terus berjalan maka penataan diri dengan berbekal dari bulan Ramadhan seharusnya mampu mengantarkan seorang muslim menjadi orang yang selalu menebarkan pesona. Pesona itu tersebarkan dengan menguatkan potensi yang ada dalam diri seorang hamba manusia yang Allah anugerahkan kepada mereka. Kalau kita sadar sebenarnya potensi itu bisa menjadi kekutan dahsyat yang luar biasa. Potensi apa sih yang kita punya?
Allah SWT menganugerahkan manusia dengan kesempurnaan yang luar biasa dibandingkan makhluk-Nya yang lain. Tetapi kesempurnaan ini akan menghasilkan kerusakan bila salah dalam memahami dan memanfaatkannya (QS.95:4-6). Kesempurnaan itu tersusun oleh 3 dimensi besar yaitu Ruh, Akal, Jasad. Ketiga dimensi inilah yang menjadi potensi pesona kita semua.

Agar menjadi potensi yang besar maka ketiganya membutuhkan asahan dan sentuhan yang sesuai dengan kapasitasnya. Dimensi ruh misalnya Rasulullah mengingatkan dengan sabdanya bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, apabila ia sehat maka sehatlah seluruh tubuhnya dan jika ia sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu adalah hati. Sesungguhnya Ramadhan adalah salah satu bentuk sentuhan terhadap penguatan potensi ruh/hati.

Sebagaimana ruh, akal juga perlu sentuhan yang proporsional dalam penguatannya. Sentuhan terhadap akal bisa kita penuhi melalui belajar dan mencari ilmu secara formal ataupun nonformal, memahami ayat ayat qauliyah (Al Qur’an)dan Kauniyah (Alam semesta). Sebanyak banyaklah kita berusaha untuk mendapatkan ilmu apapun yang dapat memberikan dampak positif bagi potensi akal kita.

Tak ketinggalan aspek jasad juga harus diperhatikan Sebagaimana banyak pesan Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya kita dalam mengolahragakan jasad untuk kebugaran dalam konteks Cinta Allah kepada hamba-Nya. Tak lupa konsumsi yang Allah perintahkan dalam pemenuhan kebutuhan jasad ini adalah kebutuhan makanan dan minuman yang halal dan thoyyiban. Dari sisi syar’i terpenuhi kehalalannya dan nilai gizi yang sesuai kebutuhan untuk tubuh kita (QS.2:168).

Itulah Potensi diri mari kita bersama menyebarkan pesona diri tanpa perlu ragu dan bersama sama menguatkan potensi tersebut. Sesungguhnya kita yang membutuhkan pesona diri tersebut secara langsung karena akan menaikkan derajat kita di mata Allah SWT.

Selamat hari raya idul fitri 1427 H nan suci ini. Semoga berkumpulnya kita dengan orangtua, keluarga dapat memperkokoh dan memperkuat pesona kita dihadapan orang terdekat kita.
Selamat juga menyebarkan pesona 11 bulan ke depan. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan di tahun depan.
Taqaballahu Minna Wa Minkum. Kullu Amin wa Antum Bikhoir. Minal Aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin.