W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Ketidakbahagiaan

LilindanBuku“Bagi orang-orang yang puas, bahkan kemiskinan dan kegelapan pun membawa kebahagiaan; sedang bagi orang yang tak puas, kekayaan dan kehormatan menimbulkan kesedihan.” (Pepatah Cina)

Mayoritas manusia tak bahagia, sebab mereka tak menemukan kunci untuk memasuki kebahagiaan. Mereka menginginkan kebahagiaan, tetapi mereka mencarinya secara serampangan. Mereka mencari kebahagiaan di tempat yang tak ditempati kebahagiaan itu. Terlalu banyak orang yang percaya bahwa kebahagiaan berasal dari pemilikan material. Anggapan ini membuat kita percaya bahwa: kalau kita memiliki uang, kemewahan dan kenyamanan, kita bahagia. Semua itu hanyalah hal-hal sementara. Tempat kebahagiaan ada di dalam diri kita sendiri.

Kebahagiaan adalah suatu kebiasaan. Makin dini dalam hidup kita membentuknya, akan makin sedikit kemungkinan kita menjadi budak ketidakbahagiaan. Bentuk perbudakan ini biasanya mempunyai awal berbagai kebiasaan negatif seperti kebiasaan menuntut, mengecam, mencari kesalahan orang lain atau cerewet terhadap segala hal yang remeh. Kalau kita tak membebaskan diri dari segala kecenderungan buruk ini untuk keluar dari bayangan gelap dan bergerak mencari cahaya kehidupan, kita punya risiko merusak akal budi kita dengan pemikiran yang sinis dan pesimistik yang konstan. Ingatlah selalu bahwa pikiran yang serba berselisih-serba tidak cocok-tak akan bisa berada bersama dengan pikiran harmonis di ruang mental kita pada saat berbarengan.

Tak peduli dengan segala kondisi yang ada di sekeliling kita, kenapa kita harus dibebani dengan kecemasan, keprihatinan, dan kekhawatiran? Mengapa begitu banyak wajah harus tampak sedih, serius, dan tertekan?

“Saya menctapkan untuk tak lebih jauh memberikan tempat terhadap kecemasan, takut, dan depresi di dalam pemikiran saya,” ujar Florence Morse Kingsley.

Kita juga bisa dengan cara sama mendidik kekuatan kehendak kita agar hanya memusatkan pemikiran pada sisi cerah. Pemikiran kita harus diarahkan terhadap obyek-obyek yang meningkatkan jiwa kita. Bila kita bertahan dalam praktik ini, kita akan membentuk suatu kebiasaan yang membahagiakan dan baik, sehingga akan memperkaya seluruh hidup.

Sumber: Sidney Newton Bremer, Ph.D, “366 Esai untuk Memotivasi Diri,” PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta, 1993.

Dipublikasi ulang oleh Admin DPD PKS Sidoarjo

Konten lainnya: