W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Kokoh dan Mandiri (5)

V. Indikator Kemandirian Keuangan

  1. Bekerja dan berpenghasilan,
  2. Mendirikan badan usaha meskipun kecil,
  3. Melakukan investasi,
  4. Menabung.


Manusia dengan misi operasionalnya, yaitu memakmurkan bumi, harus mampu mengolah dan mengelola amanah Ilahiyah. Di mana, ia harus bekerja dan berkarya sesuai dengan rambu-rambu Ilahiyah. Bekerja dengan mengikuti aturan-aturan yang ada, ia akan menjaga amanah Ilahiyah sekaligus mampu menjaga kelestarian hidup. Bekerja dan berkarya merupakan keniscayaan yang harus dilakukan oleh manusia, ketika ia ingin bertahan dalam kehidupan dan membangun kemandirian di lingkungan sosialnya. Apalagi seorang kader dakwah yang menjadi agent of change di tengah-tengah masyarakatnya.

Ia harus mampu menghidupi dirinya sebelum memenuhi tuntutan keluarga. Dan ia harus mampu memberi kontribusi riil kepada masyarakatnya. Belum lagi tuntutan tadlhiah (pengorbanan) yang harus dipenuhi dalam perjuangan dakwah. Karena salah satu syarat membangun dan membina bangsa, umat dan merealisasikan cita-cita adalah adanya tadlhiah azizah(pengorbanan agung) yang dilakukan kader dakwah. Inilah jalan yang telah digariskan Imam As-Syahid dalam dakwahnya.

Bekerja bukan dikhususkan bagi rakyat biasa dan masyarakat umum, namun semua nabi telah bekerja, berkarya dan berdagang dengan sungguh-sungguh. Nabiyullah Daud adalah salah satu contoh Rasul yang berkarya dengan tangannya. Nabi Musa pernah bekerja menggembalakan kambing, sedangkan Rasulullah saw telah melakukan bermacam-macam pekerjaan seperti menggembala kambing, berdagang, dan bercocok tanam. Kemandirian yang dimiliki oleh para Rasul dan tokoh-tokoh dakwah tidak pernah menyilaukan mereka akan rayuan-rayuan musuh-musuh Allah untuk menghentikan gerak dakwah.

Perhatikan beberapa firman Allah SWT:

“Dan katakanlah: ’Bekerjalah kamu maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang makmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberikan-Nya kepada kamu apa yang kamu kerjakan.” (QS 9: 105)

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang.” (QS 24: 37)

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT mencintai orang yang itqan dalam bekerja.