W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Murobbi

Said Hawwa dalam bukunya “Ar-Rasul” menjelaskan secara gamblang bahwa salah satu di antara tugas Rasulullah Muhammad adalah sebagai murobbi dan mu’alim. Beliau merupakan pendidik keluarga dan masyarakatnya. Seorang pendidik total dalam artian seluruh aspek hidupnya merupakan tarbiyah.

Mulai dari bangun tidur, sampai tidur kembali, bahkan tidurnya itu sendiri merupakan pelajaran. Diam dan gerak Rasulullah, atau bicara dan kerjanya merupakan tarbiyah bagi setiap umat. Tak ada tindakan Rasulullah yang tak dapat dicontoh atau ditiru, semuanya bernilai dan bermanfaat.

Generasi pertama Islam orang yang paling kenyang dengan tarbiyah Islamiyah yang diberikan Rasulullah secara langsung. Mereka mengalami penggemblengan menyeluruh sehingga sebagai suatu masyarakat mereka menjadi masyarakat teladan pula. Bukankah Allah berfirman: “Sunggub Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasnl dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayal-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-beuar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran: 164)

Kegiatan tarbiyah (pembinaan) ini dilakukan Rasulullah saw kepada para sahabatnya sejak diawal ke-Rasulan beliau. Beliau mendidik langsung Abu Bakar, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Abdullah bin Mas’ud, Saad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdur Rahman bin Auf, Zaid bin Haritsah, dan istri beliau sendiri Khadijah (semoga Allah meridhoi mereka semua). Murid-murid pertama Rasulullah ini dikenal sebagai assabiquunal awwalun (orang-orang pertama yang masuk Islam dan mendapat gemblengan Rasulullah).

Lingkar tarbiyah Rasulullah dan para sahabatnya berkembang terus dan berjalan dari rumah ke rumah dengan penataan yang rapi dan rahasia. Salah satu yang diungkapkan sejarah adalah rumah Arqam bin Abil Arqam. Masih banyak rumah lain yang berfungsi seperti itu.

Islam yang dibawa oleh para rasul dan disempurnakan syari’atnya oleh Muhammad saw pun menitikberatkan seluruh pembangunan umatnya pada tarbiyah. Firman Allah: “Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al-Kitab, Hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaknya kamu menjadi penyembah-penyembahku, bukan penyembah Allah, akan tetapi dia berkata, hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbani karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu senantiasa mempelajarinya.”" (QS. Ali Imran: 79)

Ayat di atas mengisyaratkan bahwa tarbiyah yang dilakukan rasul-rasul terdahulu maupun Rasulullah Muhammad dapat diwujudkan kembali. Ini disebabkan Al Qur-an merupakan mukjizat Muhammad yang isinya tetap terpelihara dan dapat memberikan pengaruh sampai kapan pun juga.

Dalam penumbuhan tarbiyah Islamiyah ini syaratnya adalah:

  1. Ada satu jama’ah (kelompok) yang senantiasa bersandar pada Rabbul ’Alamin (Rabbaniyab) yaitu mereka yang menjadikan Allah, Rasul, dan orang-orang yang beriman sebagai pemimpin.
  2. Kelompok tersebut senantiasa berpegang teguh pada Al Qur-an dan Sunnah dengan mengajarkan Al Qur-an dan selalu mempelajarinya.
  3. Kelompok tersebut tidak berorientasi wijahiyah (figuritas) terhadap tokohnya, tetapi mengorientasikan seluruh jama’ahnya sebagai murobbi.

Nah, jadilah murobbi, jadilah pendidik yang Rabbani.

Sumber: Inthilaq No. 6/Th. II 29 April 1994