W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Optimis: Cermin Pribadi Seorang Muslim

”Janganlah kamu bersikap lemah (pesimis), dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu adalah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang -orang yang beriman”. (Ali Imran :139)

Aditya2Tahun 2006 baru saja berlalu. Bersamaan dengan hari raya Iedul Adha yang mengingatkan kepada kita tentang pengorbanan mulia Nabiyullah Ibrahim A.S. maka catatan peristiwa bencana, kesedihan, kegembiraan, atau keberhasilan saling mengisi bergantian dalam perjalanan setahun lalu. Berbagai macam perasaan yang kita alami itu seharusnya mampu mengantarkan kita menuju kedewasaan bersikap dan berhubungan dengan sang Khalik serta makhluk yang diciptakan-Nya.

Allah SWT memang menghadirkan beragam peristiwa agar manusia mampu mengambil hikmah dan pelajaran yang terkandung dalam setiap peristiwa agar tingkat keimanan seseorang semakin bertambah. Tentunya hal ini akan terwujud bila manusia mempunyai benih kepercayaan akan kemudahan, kekuatan dan pertolongan Allah SWT sebagai pengatur setiap peristiwa di alam ini.

Peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim AS. untuk melaksanakan perintah Allah SWT menyembelih putranya tercinta Ismail adalah potret sejati seorang mu’min yang mempunyai kekuatan tawakal dan kepercayaan yang amat tinggi terhadap keputusan dan kekuatan pencipta-Nya. Itulah harapan dari ajaran Islam agar manusia yang beriman selalu bisa menempatkan possitive thinking kepada Allah SWT di dalam diri dan optimis dalam melaksanakan perintah ajaran-Nya.

Kepercayaan akan hal ini dalam pandangan Islam dikenal sebagai rasa tawakal. Semakin kuat kepercayaan ini, maka akan mempertebal sikap tawakal, dan akhirnya rasa optimis dalam diri semakin bertambah. Optimis memang berawal dari rasa tawakal kita. Rasa optimis haruslah mengalahkan pesimis yang bisa jadi menyelinap dalam hati. Untuk itulah jika ingin hidup sukses, kita harus bisa membangun rasa optimis dalam diri. Optimis yang dihasilkan dari rasa tawakal inilah yang menjadikan Rasulullah SAW beserta sahabat mampu memenangkan peperangan yang tercatat dalam sejarah dunia mulai dari perang Badar hingga peperangan di masa kekhalifan Islam sampai berabad-abad lamanya.

Optimis salah satu kunci dalam setiap kesuksesan dan kemenangan. Dalam berbagai medan peperangan pasukan muslim senantiasa kalah dalam hal kekuatan seperti jumlah tentara, fasilitas persenjataan, medis, dan sebagainya. Tetapi sejarah mencatat hampir di setiap peperangan selalu saja pasukan muslim meraih kemenangan. Jumlah pasukan yang sedikit sepertinya bukan menjadi penghalang bagi para mujahid dalam menaklukkan tentara tentara lawan. Sebut saja perang badar, uhud, Al Qodisiyah, penaklukan konstantinopel, Jerusalem semua bukti sejarah akan kejayaan mujahid islam dengan kemampuan yang jauh lebih kecil mampu mengalahkan kekuatan perang yang luar biasa besar. Hal ini sangat menarik perhatian para pengamat strategi perang hingga saat kini.

Solusi permasalahan yang melanda bangsa ini tidak membutuhkan retorika belaka namun yang lebih penting adalah amal nyata. Dengan model kepemimpinan bangsa yang cenderung hanya sebagai pemanis bibir sangatlah sulit semangat optimis itu muncul di tengah kita.

Para kader PKS haruslah mampu merekonstruksi semangat optimis dan tawakal di era demokrasi sekarang ini. Melihat cara penyelesaian permasalahan bangsa yang tak kunjung selesai termasuk musibah lumpur lapindo sudah semestinya kader PKS lebih maju kedepan. Kegiatan sosial (POSKO Kesehatan, Posyandu, evakuasi warga) sudah menjadi kata pengantar bagi kader PKS untuk menyelesaikan masalah lumpur lapindo lebih lanjut ke arah yang lebih strategis lagi.

Dengan berbekal kekuatan iman dan tawakal kepada Allah SWT mari bersama kita saling menguatkan semangat optimisme di dalam mengisi tahun 2007 agar kita mampu berkontribusi lebih besar dalam perubahan bangsa menuju negara baldatun thoyyibatun wa rabbun ghoffur.

Wallahu A’lam Bishowab