W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Optimisme

LilindanBuku“Kecenderungan untuk berharap dan bergembira adalah kekayaan yang nyata; sedangkan ketakutan dan kesedihan adalah kemiskinan yang nyata.” (David Hume)

Optimisme adalah pernyataan yang hebat. Tak ada falsafah hidup yang lebih darinya. Kebiasaan untuk mencari yang terbaik dari pekerjaan scndiri dan untuk melihat yang terbaik dari orang lain dan segala sesuatunya adalah nilai yang luar biasa. Inilah tanda dari akal budi yang kuat dan sehat.

Setiap pasang lensa teropong, setiap teleskop mempunyai dua ujung. Kita bisa melihat segala benda dengan jelas dari ujung yang benar dan segala sesuatunya menjadi kecil ketika kita melihatnya dari ujung yang salah.

Orang-orang pesimis menggunakan teropong hidupnya secara keliru dan melihat segala sesuatunya dari ujung yang salah, sehingga segala sesuatunya tampak sempit dan mini. Orang pesimis memakai wajah yang menunjukkan bahwa bagi mereka hidup adalah sesuatu yang mengecewakan, bukannya suatu kegembiraan yang mulia. Mereka menjalani kehidupan dengan menyebarkan hal-hal yang pahit dan bukannya hal-hal yang manis. Mereka memiliki kejeniusan untuk hanya melihat hal-hal yang buruk dan tak bisa diterima. Pesimisme selalu merupakan perusak dan sama sekali tak bakal menjadi pembangun. Siapa pun bisa menjadi penuh keceriaan dan penuh harapan, ketika segala sesuatunya berjalan sesuai dengan kehendaknya.

Ujian terhadap optimisme yang sejati datang ketika kita memasuki hambatan yang menghadang di tengah perjalanan, ketika segala sesuatunya berjalan tak sesuai dengan yang kita kehendaki, ketika kita mengalami hari-hari yang penuh badai, ketika kita menhadapi perlawanan, ketika keadaan menjadi berat, ketika kita harus menghadapi bencana.

Ujian bagi pelaut sejati bukanlah cuaca baik, melainkan ketika laut dipenuhi hujan angin.

Ujian begi optimis sejati ditemukan dalam kemampuannya untuk tetap ceria, penuh harapan, dan tenang dalam keadaan cerah maupun penuh badai.

Orang yang belajar untuk mengelilingi dirinya dengan suasana damai dan harmonis, tak peduli dengan segala perselisihan dan kegelapan yang ada di sekitarnya, adalah seorang optimis.

Sumber: Sidney Newton Bremer, Ph.D, “366 Esai untuk Memotivasi Diri,” PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta, 1993.

Dipublikasi ulang oleh Admin DPD PKS Sidoarjo

Konten lainnya: