W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

PDAM: Digelontor Rp 14 M

Aditya NindyatmanManajemen PDAM (perusahaan daerah air minum) Delta Tirta, untuk tahun anggaran 2011 ini, bakal mendapatkan grojokan dana dari Pemkab Sidoarjo. Nilai anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 14 miliar.

Pengalokasian anggaran itu sudah tertuang di APBD 2011 dan bakal diperkuat dalam rancangan peraturan daerah (raperda) tentang penyertaan modal Pemkab Sidoarjo pada Perusahaan Daerah Air Minum Delta Tirta Sidoarjo. Rencananya, raperda itu akan disahkan pada sidang paripurna DPRD Sidoarjo pada Senin (6/6) pekan depan.

“Penyertaan modal dari Pemkab Sidoarjo untuk PDAM ini sebagai salah satu prasyarat agar Pemkab Sidoarjo mendapatkan dana hibah dari pemerintah Australia. Dana hibah itu akan digunakan penyambungan air bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Suhariyono, salah satu anggota Pansus Raperda tentang penyertaan modal Pemkab Sidoarjo pada Perusahaan Daerah Air Minum Delta Tirta Sidoarjo, usai hearing pansus dan pihak PDAM, Jumat (3/6).

Penentuan dana yang akan dikucurkan Pemkab Sidoarjo untuk PDAM itu pembahasannya sempat berjalan alot. Lantaran dalam draf yang diajukan oleh pihak eksekutif, dana tersebut berbunyi bukan Rp 14 miliar, namun senilai Rp 17 miliar. Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya disepakati dana dari pemkab yang akan digunakan untuk penyertaan modal nilainya Rp 14 miliar.

“Sudah diputuskan bahwa alokasinya bukan Rp 17 miliar, tapi Rp 14 miliar,” tandasnya.

Aditya Nindyatman, Ketua Pansus Tiga Raperda Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sidoarjo, Penyertaan Modal Pemkab Sidoarjo pada Perusahaan Daerah Air Minum ‘Delta Tirta’ Sidoarjo dan Raperda Investasi Pemerintahan Kabupaten Sidoarjo mengatakan, dengan pengesahan raperda itu, dana hibah dari pemerintah Ausralia untuk Pemkab Sidoarjo diharapkan bisa segera dikucurkan.

Sebab, salah satu prasyarat menerima dana hibah harus ada perda yang mengatur penyertaan modal Pemkab Sidoarjo untuk PDAM. “Kami harapkan, setelah perda ini disahkan, bantuan hibah bisa segera diberikan. Karena salah satu prasyarat menerima dana hibah itu harus ada perda yang mengatur tentang penyertaan modal pemkab ke PDAM,” ujar Aditya Nindyatman yang juga Ketua DPD PKS Sidoarjo.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Delta Tirta H Djajadi mengatakan bahwa parda itu memang dijadikan dasar payung hukum dalam penerimaan dana hibah dari Australia.

Dana hibah sekitar Rp 14 miliar itu rencananya diperuntukkan merealisasikan penyambungan air kepada masyarakat berpenghasilan rendah.(rud)

RTH Bekas PPL harus Diawasi

Usulan terhadap penggunaan lahan Pasar Porong Lama menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) menyeruak. Pasalnya, sejak dibongkar, lahan tersebut dikhawatirkan mangkrak. Sehingga, kalau tidak dimanfaatkan, dikhawatirkan jadi pemukiman liar.

Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo Aditya Nindiyatama yang menyetujui usulan tersebut, mengaku bahwa Pasar Porong Lama harus diprogram dengan baik agar sesuai peruntukannya.

“Banyak orang yang akan menikmati RTH, apalagi kalau nanti banyak lampu penerangannya,” terangnya.

Meski demikian, nantinya harus ada pengawasan terhadap area tersebut. Sebab, kalau minim pengawasan, tempat itu justru akan digunakan untuk sarana maksiat.

“Pengawasan harus dilakukan agar tidak ada penyalahgunaan,” jelasnya.

Menurutnya, sejak terjadi semburan Lumpur, kawasan itu sudah tidak strategis. Untuk aktivitas ekonomi pun, sepertinya juga tidak memungkinkan. Pemkab Sidoarjo bahkan telah merelokasi para pedagang ke Pasar Baru Porong (PBP).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Sidoarjo, Djoko Sartono, mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan rencana penggunaan lahan tersebut menjadi RTH.

Dengan menjadikan area itu menjadi lahan terbuka hijau, bisa dimanfaatkan untuk sarana bermain dan rekreasi oleh masyarakat sekitarnya.

“Lebih baik daripada ditutup dan tanpa manfaat lagi. Sejauh ini, belum ada investor yang berminat.”

Pasalnya, lokasi tersebut dekat dengan tanggul lumpur dan tanahnya rawan ambles. Sehingga jika lahan tersebut dipakai untuk area perkantoran dan pusat bisnis lainnya, dikhawatirkan tidak ada peminatnya,” sahutnya. (vga)

Sumber: Radar Surabaya, 04/06/11

Dipublikasi ulang oleh Admin DPD PKS Sidoarjo

Konten lainnya: