W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Rintangan

Hikmah_Biru10 “Di perairan yang tenang, semua kapal mempunyai nakhoda yang baik.” (Pepatah Swedia)

Kebanyakan rintangan adalah tamu-tamu yang kita undang masuk ke ruang mental kita. Para pembaca yang cerdas tahu bahwa ada pengecualian tertentu, tetapi secara umum yang disebut rintangan yang menghalangi kita dan sasaran kita, sebenarnya masuk ke dalam mental kita karena pembatasan yang kita buat sendiri. Tak ada seorang pun yang bisa meraih sesuatu di luar kepastiannya sendiri. Halangan berupa keterbatasan yang kita ciptakan sendiri itulah yang pertama-tama harus kita singkirkan, jika kita mau mencapai kejayaan.

Salah satu rintangan terbesar dalam mencapai sukses hidup pada zaman sekarang adalah gambaran kesehatan rendah yang kita serap sejak masa kanak-kanak. Kita telah sampai pada persetujuan pendapat bahwa rasa sakit, penderitaan fisik, dan penyakit adalah bagian dari hidup. Tampaknya semua itu menjadi semacam keburukan yang pasti terjadi dan tak bisa dihindarkan, semacam nasib yang memberi kesempatan bagi kita untuk melarikan diri darinya. Sejak kecil kita telah dibimbing untuk mempercayai bahwa kesehatan yang baik lebih merupakan pengecualian dari keadaan umum.

Setiap rumah menjadi semacam apotik dengan berbagai obat. Media berita juga terus-menerus mengingatkan kita akan bahaya penyakit ini atau itu yang siap merenggut nyawa kita. Kematian, penyakit, dan pembedahan telah menjadi bahan pembicaraan di meja makan.

Bayangkanlah bagaimana keadaan anak-anak, bila diberi pengertian bahwa kita diciptakan untuk menikmati kesehatan yang baik, bahwa kitc diarahkan menjadi individu yang berbahagia, tegap dan sehat, bahwa penyakit terutama merupakan manifestasi dari tak adanya harmoni. Kualitas pemikiran mempunyai kecenderungan untuk mengatur kualilas hidup.

Ukuran kekalahan kita terhadap sesuatu yang disebut rintangan yang menguasai kehidupan kita, sangat ditentukan oleh perspektif (pandangan mental) kita tentang hal itu. Bila kita memandang hal itu sebagai gunung, intangan itu akan menjadi lebih besar dari kita. Sebaliknya, kalau kita melihatnya semata-mata sebagai segundukan kecil, kita akan menjadi lebih besar darinya.

Sumber: Sidney Newton Bremer, Ph.D, “366 Esai untuk Memotivasi Diri,” PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta, 1993.

Dipublikasi ulang oleh Admin DPD PKS Sidoarjo

Konten lainnya: