W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Sukses Bergaul dengan Anak

Ingin menjadi sahabat bagi si remaja? Mudah kok, asal anda mau membuka diri untuk memahami mereka.

1. Pahami ’bahasa’remaja

Pengertian bahasa ini tidak hanya meliputi penggunakan istilah tetapi juga cara penyampaian, kapasitas berpikir, dan gaya bicara. Remaja cenderung bicara spontan, apa adanya, tidak malu-malu dan emosional. Itulah sebabnya pembicaraan remaja kadang sering membuat telinga orangtua menjadi merah. Tidak apa-apa. Gaya ini tidak berarti buruk. Mereka hanya tengah bersemangat dan penuh rasa ingin tahu.

2. Dengarkan

Remaja tak hanya butuh nasihat tetapi juga butuh didengar. Tak jarang, remaja yang mengadu dan berkeluh kesah sebenarnya hanya ingin menumpahkan uneg-uneg atau sekedar mencari perhatian.

Hindari menasehati anak setiap kali anda berbicara dengannya. Sekali-sekali berlakulah hanya sebagai pendengar yang antusias tanpa embel-embel mengatakan harus begini dan begitu.

3. Bicaralah kapan saja dan di mana saja

Kenapa remaja begitu akrab dengan temannya? Karena mereka bisa memperbincangkan segala hal setiap saat. Ketika jalan-jalan, naik sepeda, nongkrong di restoran, sambil berenang atau sambil tiduran di kamar kapan pun mereka inginkan.

Jangan tunggu waktu khusus untuk duduk berhadapan saat berbincang dengan remaja anda. Mereka sedang memasuki masa aktif (orang tua-tua mengistilahkan, anak remaja sedang kelebihan energi). Gaya ini akan membuat mereka bosan. Setiap ada kesempatan bicaralah dengan mereka. Sambil masak, berbelanja, saat lari pagi, seusai shalat berjamaah, atau ketika makan bersama.

4. Terbuka untuk segala topik pembicaraan

Jangan batasi pembicaraan dengan remaja meski (menurut anda) topik itu remeh, tabu, buruk, atau amat mengejutkan. Biarkan remaja mengungkapkan pikiran mereka dan anda dapat menjadi pendengar dan pengarah. Bila anak merasa enjoy untuk membicarakan hal-hal paling sensitif sekalipun, ia akan merasa aman, percaya, dan mau terbuka pada anda.

5. Beri anak kepercayaan

Jangan overprotect pada si remaja. Bila anda telah memberi si remaja masukan tentang hal-hal yang baik dan buruk, benar dan salah, halal dan haram, langkah berikutnya adalah memberinya kepercayaan. Tak perlu khawatir bila sekali waktu anak akan berbuat salah atau mengambil tindakan kurang tepat. Sebuah pepatah mengatakan tindakan yang tepat biasanya berasal dari pengalaman berharga dan pengalaman berharga biasanya berasal dari kesalahan.

6. Hargal privasinya

Sebagaimana orangtua, anak pun membutuhkan wilayah privasi yang ingin dihargai. Meski dorongan begitu kuat, jangan membaca buku hariannya, menguping pembicaraan rahasianya, membongkar kamarnya di luar sepengetahuannya, menguntitnya atau membocorkan rahasia yang ia percayakan pada anda. Bila anak kehilangan kepercayaan pada anda, percayalah, anda akan ’kehilangan’ dia.

7. Jadilah model terbaik baginya

Jangan terapkan standar ganda. Bila anda ingin ia jujur pada anda, berlaku jujurlah. Bila anda ingin ia menghargai pendapat orang lain, hargailah pendapatnya. Meski remaja tidak mau menunjukkannya, mereka sebenarnya memperhatikan, menilai dan meniru anda.

9. Sediakan ruang dan waktu untuk menyendiri

Anda mungkin amat sayang dan telah begitu akrab dengan si remaja, tetapi ia, sebagaimana anda, perlu suatu ruang dan waktu untuk menyendiri. Saat-saat khusus ini amat berguna untuk melakukan introspeksi diri, menumpahkan emosi atau sekedar keluar dari rutinitas.

10. Ucapkan maaf

Anda tidak sempurna, begitu pula si remaja. Mereka bisa salah, begitupun orang tua. Jangan gengsi mengakui kesalahan atau meminta maaf pada si remaja bila anda salah atau telah menyakiti hatinya. Anda tidak akan kehilangan wibawa. Anda justru akan mengukir keindahan dalam diri si remaja karena berlaku bijaksana.

Sumber: Majalah Ummi No. 6/XII Oktober-Novmber 2000/1421

Dipublikasi ulang Admin DPD PKS Sidoarjo